Jokowi Kerahkan TNI Polri Kawal New Normal, Aktivis: Justru Ada Yang Tidak Normal

Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kanan) dan Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz (kedua kanan) meninjau salah satu pusat perbelanjaan, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/5). Jokowi akan mengevaluasi efektifitas pengerahan anggota TNI/Polri dalam pendisiplinan masyarakat guna mencegah Covid-19 dalam sepekan.
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kanan) dan Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz (kedua kanan) meninjau salah satu pusat perbelanjaan, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/5). Jokowi akan mengevaluasi efektifitas pengerahan anggota TNI/Polri dalam pendisiplinan masyarakat guna mencegah Covid-19 dalam sepekan. (ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp.)

IDTODAY.CO – Presiden Joko Widodo yang meminta peran TNI / Polri untuk mengedukasi masyarakat agar terhindar dari penyebaran Covid-19 di era kenormalan baru.

Menindaklanjuti arahan tersebut, ribuan pasukan TNI dan Polri ini ditugaskan untuk mengedukasi masyarakat di 1.800 lokasi keramaian seperti pasar, mal hingga tempat wisata.

“Sesuai arahan Presiden Jokowi kemarin untuk memastikan menuju normal baru, Presiden memerintahkan TNI dan Polri di setiap keramaian untuk mendisiplinkan masyarakat untuk mendapatkan protokol kesehatan sehingga masyarakat dapat tetap beraktivitas, tetap aman dari penularan Covid-19,” kata Kepala Pembicaraan Umum Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan, di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (27/5).

Baca Juga:  Pemerintah Tunda Pembahasan RUU HIP, Fadli Zon: Tak Usah Ditunda, Langsung Tarik Saja

TNI dan Polri menyiagakan 340 ribu personelnya di empat provinsi, untuk diberikan dan dikedukasi masyarakat terkait protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di masa kenormalan baru (normal baru). Empat provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat dan Gorontalo, dan pada 25 kabupaten / kota.

Menanggapi hal tersebut, Aktivis Haris Azhar mengkritik pelibatan TNI / Polri dalam kebijakan baru normal di tengah pandemi virus corona baru (Covid-19).

Baca Juga:  Soal Pencalonan Gibran, Demokrat: Pilkada Harusnya Mengedepankan Tanggungjawab Moral Politik

 “New Normal diterapkan dengan kekuatan TNI-Polri. hhmmm .. Justru, ada yg tidak normal, ”kata Haris Azhar di akun Twitter-nya @haris_azhar.

Menurut Haris, dalam situasi normal tidak perlu melibatkan TNI / Polri. “Kalau normal, buat apa ada tentara polisi di mana-mana, ” jelasnya.[Brz]