Kubu Moeldoko Dorong AHY Maju Pilgub DKI, Andi Nurpati: Tidak Usah Atur-Atur Demokrat

  • Whatsapp
Andi Nurpati
Wakil Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat, Andi Nurpati mengingatkan agar kubu Moeldoko tidak mengatur-atur partainya. (FOTO: SINDOnews)

IDTODAY.CO – Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat , Andi Nurpati mengingatkan agar kubu Moeldoko tidak mengatur-atur partainya. Hal itu disampaikan Andi Nurpati itu menanggapi usulan juru bicara kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad agar Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) menjadi calon Gubernur DKI Jakarta pada 2024 mendatang.

Kubu Moeldoko berasalan, usulan pencalonan AHY menjadi Cagub DKI untuk menguji elektabilitasnya melawan petahana Anies Baswedan. “Sudahlah, mereka (pendukung Moeldoko) enggak usah atur-atur Partai Demokrat,” kata Andi Nurpati kepada SINDOnews, Senin (5/4/2021).

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Rizal Ramli: Krisis Ekonomi Akan Menunjukkan Kualitas Jokowi Yang Sebenarnya

Seperti diketahui, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly pada Rabu (31/3/2021) telah mengumumkan menolak mengesahkan kepengurusan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) yang menetapkan Moeldoko sebagai ketua umumnya.

Andi menjelaskan bahwa sebelum dan pasca keputusan Yasonna Laoly itu, tidak ada dualisme DPP Partai Demokrat. “Pihak Moeldoko aja yang super ambisi mau berkuasa dengan mau mengambil paksa Ketum dan Partai Demokrat, omong kosong kalau dibilang tidak ada ambisi kekuasaan, nonsen itu,” katanya.

Baca Juga:  Pengacara FPI: Habib Rizieq Kurang Sehat, Istirahat di Petamburan

Faktanya, kata Andi Nurpati, KLB yang menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum itu abal-abal. “Tidak ada juga kewenangan mereka mau atur-atur AHY mau maju Pilgub DKI. Faktanya, sejak Partai Demokrat dipimpin AHY hasil survei Partai Demokrat makin meningkat,” katanya.

Dia mengungkapkan bahwa sebagian pendukung Moeldoko itu juga sudah dipecat dari Partai Demokrat. “Ada yang sudah ke partai lain, sekarang mengatasnamakan DPP Partai Demokrat, kan nanti diketawain orang,” imbuhnya.

Baca Juga:  Anggota DPR Minta Prabowo Jelaskan Rinci soal Denwalsus Kemenhan

Andi Nurpati pun menjelaskan bahwa Moeldoko tidak punya kartu tanda anggota (KTA) Partai Demokrat. “Tiba-tiba mau jadi Ketum. Salah satu syarat Ketum Partai Demokrat adalah anggota Partai Demokrat dibuktikan dengan KTA. Dalam data Menkumham, bukannya Moeldoko masih pengurus DPP Hanura?,” katanya.

Andi Nurpati menambahkan, tidak pernah terdengar apalagi terpublikasi tentang Moeldoko mundur dari Partai Hanura. “Apapun alasan dan argumentasi mereka, terpatahkan oleh fakta dan hasil survei,” katanya.

Baca Juga:  Sebelum Reshuffle Kabinet, Ini Kriteria Menteri Yang Perlu Dicopot Jokowi

Baca Juga: Ditolak Pemerintah, Kubu Moeldoko Malah Sarankan SBY yang Bikin Partai Baru

Sumber: sindonews.com

Pos terkait

Tulis Komentar Anda di Sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.