Layangkan Somasi Kepada Ade Armando, Pemuda Muhammadiyah Jateng: Postingan Tersebut Sangat Menyakiti Warga Muhammadiyah

Ade Armando
Ade Armando (Foto: Riaumandiri.id)

IDTODAY.CO – Pengamat politik Ade Armando menyebut ormas Islam Muhammadiyah telah menggaungkan wacana pemakzulan kepala presiden Joko Widodo.

Bahkan, melalui postingan Facebook, Ade Armando menyebut Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu dengan sebutan yang tidak etis, yaitu “Si Dungu”, sambil menautkan pamflet sebuah acara diskusi yang mana Din Syamsuddin menjadi keynote speech dalam acara tersebut.

“Isu pemakzulan Presiden digulirkan Muhammadiyah. Keynote speakernya Din Syamsudin, si dungu yang bilang konser virtual corona menunjukkan pemerintah bergembira di atas penderitaan rakyat,” kata Ade Armando dalam status Facebook, Senin (1/6).

Menanggapi postingan tersebut, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa tengah, Andika Budi Riswanto memberikan somasi kepada pemilik dan admin akun media sosial Facebook atas nama Ade Armando.

Baca Juga:  Jawab Sindiran Hasto, Doli Kurnia: Calon Presiden Partai Golkar Adalah Kader Internal

“Postingan tersebut mengandung unsur fitnah dan pencemaran nama baik yang sangat menyakitkan bagi warga Muhammadiyah,” ucap Andika melalui keterangan tertulisnya, sebagaimana dikutip dari Rmol.id (1/6).

Menurutnya, status FB tersebut termasuk dalam unsur pidana melanggar pasal 27 ayat (3) undang-undang ITE. Karena menurutnya, status tersebut sengaja dibuat menyerang kehormatan dan nama baik persyarikatan Muhammadiyah dan pribadi Din Syamsudin.

Alhasil, PWPM Jateng mengutuk keras tindakan tersebut dan menuntut kepada pemilik dan admin akun Facebook Ade Armando untuk mencabut postingannya di media sosial pada tanggal 1 Juni 2020.

Baca Juga:  Kementerian PANRB: ASN Penganut Ideologi Khilafah Akan Diberhentikan Dengan Tidak Hormat

“Serta menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada persyarikatan Muhammadiyah dan kepada Bapak Prof. Din Syamsudin terkait postingannya melalui 5 media massa televisi nasional, 5 media massa cetak nasional, dan 5 media massa berbasis online serta di halaman media-media sosial Armando,” tegasnya.

Andika menegaskan, memberikan tenggat waktu 7 hari untuk melaksanakan isi somasi tersebut. Jika tidak, maka pihaknya akan melakukan upaya-upaya hukum berupa pelaporan tindak pidana dan melakukan tindakan hukum lain yang dianggap perlu.

Sementara itu, Prof. Din Syamsuddin yang juga menjadi sasaran status tersebut, mengatakan tidak akan menanggapi serius pernyataan Ade Armando dalam postingan di Facebook pribadinya beberapa jam lalu.

Baca Juga:  Henry Yosodinigrat: Karena Habib Rizieq Syihab Berangkat Umrah, Laporan Saya Tidak Diproses

Din mengatakan, menanggapi pernyataan tersebut hanya akan menurunkan martabat dirinya melayani pernyataan yang tak berdasar.

“Maaf saya tidak ada waktu menanggapi pernyataan seperti itu, karena tidak ingin merendahkan derajat dan martabat diri,” ucap mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini sebagaimana dikutip dari Rmol.id Senin (1/6).

Alih-alih berkomentar panjang, Din hanya mendoakan Ade Armando segera mendapat hidayah dari Allah SWT semoga cepat kembali ke jalan yang benar.

“Saya berdoa semoga Allah SWT memberi hidayah kepada beliau untuk kembali ke jalan yang benar,” ujar Din Syamsuddin.[Brz]