Maruf Amin Minta Maaf, Andi Yusran: Pemerintah Tidak Boleh Sekadar Meminta Maaf, Tapi Upaya Ekstra Cerdas

Pengamat politik Unas, Andi Yusran/Net
Pengamat politik Unas, Andi Yusran/Net (Foto:Rmol.id)

IDTODAY.CO – Wakil Presiden Maruf Amin beberapa hari lalu mengutarakan permohonan maaf. Selain itu, Maruf Amin juga mengakui bahwa pemerintahan saat ini sedang mengalami kesulitan dalam menanggulangi wabah virus corona baru (Covid-19).

Pengamat politik Universitas Nasional, Andi Yusran mengapresiasi pernyataan Wapres Republik Indonesia, Maruf Amin yang secara jujur memohon maaf kepada masyarakat.

Meski demikian Andi menegaskan bahwa pemerintah pusat tidak sekadar menyatakan maaf. Ia melihat seluruh rakyat Indonesia saat ini butuh tindakan nyata pemerintah yang ekstra cerdas dalam menyelesaikan pandemik Covid-19.

Baca Juga:  Tidak Akan Mundur Gugat Jokowi, Enggal Pamukty Klaim Dapat Dukungan Semua Pihak

“Persoalannya adalah pemerintah tidak boleh sekadar menyatakan permintaan maafnya namun harus dilakukan upaya ekstra cerdas dalam penyelesaian pandemik Covid-19 tersebut,” demikian kata Andi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (25/5).

Lebih lanjut Doktor Politik Universitas Padjajaran ini mengusulkan beberapa alternatif untuk menemukan jalan keluar. Pertama pemerintah perlu merekonstruksi kebijakan.

Selama ini, Andi mengamati bentuk kebijakan yang dibuat asimetri, akibatnya muncul friksi kebijakan saat diimplementasikan.

Baca Juga:  Ragukan Netralitas Pengawas, Denny Indrayana Bakal Laporkan Dugaan Pelanggaran PSU Kalsel Ke Bawaslu RI

Kedua, pemerintah wajib mendesain ulang format kebijakan penanggulangan Covid-19. Tujuannya, untuk memperbaiki manajemen pemerintah dalam menghadapi krisis Covid-19.

“Dalam penanganan Pandemik Covid-19, manajemen top dan struktur komando harus dipegang langsung oleh Presiden, sementara Gugus Tugas diposisi sebagai operator lapangan, dengan demikian akan tercipta satu ‘ritme’ dalam manajemen krisis Covid-19,” demikian kata Andi.

Partner Sindikasi Konten: Rmol.id