Meutya Hafid: DPR RI Dukung Dua Kerjasama Ekonomi Indonesia-Korea Selatan

Meutya Hafid
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid internasional webinar bertema "Indonesia-Korea: Enhancing Special Strategic Partnership and Co-prosperity"/RMOL

IDTODAY.CO – DPR RI menyambut baik adanya penguatan hubungan kerjasama diantara Indonesia dan Korea Selatan, utamanya pada bidang ekonomi.

Begitu dikatakan Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid dalam internasional webinar bertema “Indonesia-Korea: Enhancing Special Strategic Partnership and Co-prosperity”.

Webinar yang digelar digelar The Korean Center of RMOL secara hybrid dari Rumah Djan, Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/11).

Baca Juga:  Singgung Prediksi Ekonomi, Jokowi: Bayangkan, Isinya Hanya Minus, Minus, Minus, dan Minusnya Gede

Dikatakan Meutya, dua kerjasama yang disambut baik penandatanganan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

“IK-CEPA akan meningkatkan perdagangan bilateral kita menjadi 30 juta dolar AS pada tahun 2022,” ujar Meutya.

Pada situasi pandemi Covid-19, kata dia, perlu ada penyesuaian dilakukan. Pertama, adalah harus mengatasi, beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan ‘normal baru’ dengan bekerja bahu membahu untuk menghidupkan kembali perdagangan internasional sebagai mesin pertumbuhan.

Baca Juga:  Banjir Dukungan, Sebanyal 141 Pengacara Siap Bela Said Didu, Ada Eks Menteri hingga Mantan Pimpinan KPK

“Sejalan dengan itu, kami menyambut baik pembentukan Travel Corridor Arrangement (TCA) untuk memungkinkan pekerja dan pengusaha penting melakukan perjalanan antara Indonesia dan Korea Selatan selama pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Hadir pembicara lainnya Duta Besar Korea Selatan Untuk Indonesia Park TaeSung, Ketua GKSB DPR RI-Korea Selatan Edward Tannur serta pembicara kunci Menteri BUMN Erick Thohir.

Turut hadir mantan Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadir, Shin Yoonsung dari Korea Institute for Industrial Economics & Trade dan Wakil Sekretaris Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Teguh Santosa.

Baca Juga:  Minta Tak Ada Aksi Serupa Pembubaran Jaran Kepang, Moeldoko: Bangsa Mau Mundur Kemana?

Sumber: rmol.id