Moeldoko Bisa Jadi Gelandangan Politik Kalau Posisinya Digusur Ali Ngabalin

  • Whatsapp
Moeldoko
Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko/RMOL

IDTODAY.CO – Karir politik mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko diyakini akan semakin berantakan setelah Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menolak pengajuan pengesahan Partai Demokrat yang dipimpinnya.

Pengamat politik, Muslim Arbi bahkan menyebut Moeldoko akan menjadi gelandangan politik andai saja jabatannya sebagai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) benar akan digantikan oleh Ali Mochtar Ngabalin.

Ali Ngabalin saat ini tercatat menjabat sebagai tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden.

“Bisa jadi gelandangan politik dan tidak diterima di mana-mana. Karena tindakan Moeldoko itu dianggap mencoreng wajah presiden dan memalukan Istana,” ujar Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (4/4).

Muslim sendiri turut menyarankan kepada Presiden Joko Widodo untuk segera memberhentikan Moeldoko dari jabatan kepala KSP. Sebab, jika semakin lama Moeldoko menjabat, maka publik akan beranggapan bahwa cawe-cawenya di Partai Demokrat mendapat restu dari Jokowi.

Baca Juga:  DPP PAN: Deklarasi Capres Hanya Sekadar Gimmick Sangat Tidak Pas, Sindir Siapa?

Selain itu, nama Jokowi juga akan terus diseret dalam pusaran konflik Demokrat yang sedianya berlanjut ke pengadilan.

“Jika dampak politis semakin besar. Publik anggap Jokowi main mata dengan Moeldoko,” pungkas Muslim.

Baca Juga: Rachland Nashidik: Junta Myanmar Sudah Kelewat Batas, Mari Bangun Solidaritas

Sumber: rmol.id

Pos terkait