Musni Umar: Survei Jangan Jadi Alasan Lengserkan Maruf Amin, Rakyat Bisa Marah

  • Bagikan
Maruf Amin
Wakil Presiden Republik Indonesia, Maruf Amin/RMOL

IDTODAY.CO – Kinerja Maruf Amin selama menjabat sebagai Wakil Presiden RI dinilai telah berjalan baik. Bahkan sebagai wakil presiden, kinerjanya dianggap sudah maksimal membantu Presiden Joko Widodo.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar menanggapi hasil survei yang menunjukkan rendahnya kepuasan masyarakat terhadap kinerja Wapres.

Menurut Musni Umar, hasil survei beberapa lembaga tidak bisa menjadi satu-satunya acuan untuk mengoreksi kinerja pejabat negara.

Baca Juga:  Puan Sentil Jokowi Soal New Normal, Sammy Comic: Interpelasi! Gitu Aja Harus Dikasih Tahu Pelawak

“Hasil survei kepuasan publik yang rendah terhadap Wapres Maruf Amin jangan jadi alasan untuk lengserkan Maruf Amin,” kata usni Umar di akun Twitternya, Rabu (14/4).

Selain kinerjanya yang sudah cukup baik, Maruf Amin adalah sosok ulama yang banyak dikagumi masyarakat. Bila hasil survei semata-mata dijadikan alasan untuk melengserkan Maruf dari kursi RI 2, kata dia, bukan tidak mungkin akan menimbulkan kegaduhan baru.

Baca Juga:  Jokowi Belum Menangkan Drama Demokrat, Moeldoko Belum Dipecat

“Risiko politik terlalu mahal (bila hasil survei jadi alasan melengserkan Maruf Amin). Beliau ulama, rakyat bisa marah. Masyarakat harus paham posisi Wapres,” tandas Musni Umar yang juga seorang sosiolog ini.

Sebelumnya, Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan kepuasan masyarakat terhadap Wapres Maruf Amin rendah. Dalam menangani pandemi Covid-19, tingkat kepuasan masyarakat kepada Wapres sebesar 36 persen.

Angka ini lengih kecil bila dibandingkan dengan tingkat kepuasan masyarakat kepada Presiden Jokowi hingga 56 persen.

Baca Juga:  Elektabilitas Tinggi Berdasar Survei, Susi Pudjiastuti: Apa Ada Partai yang Tak Perlu Kudeta?

“Terlihat kejomplangan antara tingkat kepuasan terhadap Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Maruf Amin,” kata Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, Sabtu lalu (10/4).

Baca Juga: Petinggi PKB: Minimal Ada 3 Menteri Direshuffle Presiden Jokowi

Sumber: rmol.id

  • Bagikan