Pertemuan Walikota C40, Gagasan Anies Baswedan Dikagumi Sekjen PBB Antonio Guterres

  • Whatsapp
Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat menjadi pembicara dalam pertemuan Walikota C40 bersama Sekjen PBB, Antonio Guterres/RMOL

IDTODAY.CO – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi pembicara pada pertemuan Walikota C40 yang juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Antonio Guterres, Jumat (16/4).

Dalam kesempatan tersebut, Anies yang berbicara dalam bahasa Inggris menjelaskan tugas pemerintah kota terhadap warganya.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Enggan Berkomentar Soal Partai Demokrat, Moeldoko: Ini Kantor Kepresidenan

Menurut Anies, pemerintah kota memiliki tugas untuk menyediakan kehidupan yang layak bagi warganya. Hal ini termasuk menangani dampak perubahan iklim, dan berupaya keras untuk mengurangi emisi gas.

Sebuah kota bisa dibilang berhasil melakukan tugas tersebut setelah berkomitmen dan mengerahkan sumber daya dalam rencana aksi terkait perubahan iklim.

“Serta memetakan aksi dalam strategi transportasi, pembangunan, mempromosikan energi (terbarukan), dan banyak lagi yang lain,” kata Anies dikutip dari Kantor Berita RMOLJakarta.

Baca Juga:  Soal Kejanggalan pada Omnibus Law, Demokrat: Kesalahan Fatal, Wajib Diperbaiki!

Pada kesempatan tersebut, Anies menegaskan komitmen Jakarta dalam upaya mengatasi perubahan iklim. Salah satunya tercermin dalam tata transportasi yang mengedepankan mobilitas warga dan berkelanjutan.

“Dan di saat yang sama, kami juga melakukan perubahan dari pembangunan (transportasi) berorientasi mobil, menuju transportasi berbasis transit,” imbuhnya.

Lebih jauh, Anies sebagai Wakil Ketua Forum C40 juga menyampaikan sejumlah permintaan kepada PBB. Anies menilai, PBB punya peran yang cukup penting dalam membantu kota-kota di dunia.

Baca Juga:  Anies Baswedan Pertontonkan Kebersahajaan Keluarga, Netizen: Teladan!

Pertama, kata Anies, PBB harus mendorong negara-negara untuk mengakui hasil kerja keras kota dalam kampanye perubahan iklim.

“Peran kota harus dikalkulasikan dalam kontribusi aksi perubahan iklim secara nasional,” tegas Anies.

Kedua, kapasitas PBB memungkinkan untuk turut membina integrasi baik secara vertikal maupun horizontal terkait aksi perubahan iklim pada level kebijakan.

“Terakhir, PBB juga bisa membantu negara-negara untuk menyusun arsitektur yang komprehensif guna menerjemahkan keuntungan yang didapat pemerintah pada forum internasional, untuk dieksekusi pada tingkat lokal,” demikian Anies Baswedan.

Baca Juga:  Kritik Kebijakan New Normal, Komisi III DPR: Berpikirnya Harus Selalu Benar

Menariknya, Sekjen PBB, Antonio Guterres sempat menginterupsi Anies usai memaparkan padangan selama sekitar 3 menit. Antonio Guterres mengaku sepakat dan mendukung sepenuhnya usulan yang diajukan oleh Gubernur Anies kepada PBB tersebut.

Bagi Anies sendiri, acara tersebut cukup unik. Pasalnya 12 jam sebelum acara bersama Sekjen PBB itu, ia masih mengikuti panen padi bersama dengan para petani di Cilacap, Jawa Tengah.

Baca Juga:  Akhirnya, Nadiem Makarim Minta Maaf Ke PGRI-NU-Muhammadiyah

“Inilah Jakarta, sebuah ikhtiar untuk memberi manfaat di pedesaan dan ikut mewarnai di tingkat global,” pungkas Anies. 

Baca Juga: Haedar Nashir: Ada Kecenderungan Mubaligh Muhammadiyah Konservatif Sikapi Covid-19

Sumber: rmol.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.