Politikus PKS: Pecat Menteri yang Terlibat Bisnis PCR dan Antigen

Politikus PKS: Pecat Menteri yang Terlibat Bisnis PCR dan Antigen
Refrizal (IST)

IDTODAY.CO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus memecat menteri yang terlibat bisnis PCR dan Antigen.

“Pak Jokowi yth, Harap pecat menteri yang terlibat Bisnis PCR & Antigen,” kata politikus PKS Refrizal di akun Twitter-nya @refrizalskb.

Mantan Direktur Publikasi dan Pendidikan Publik Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Agustinus Edy Kristianto mengungkapkan sejumlah nama menteri terafiliasi dengan bisnis tes Covid-19 baik PCR maupun Antigen.

Baca Juga:  PKB Dorong Polri Ungkap Lebih Banyak Kasus

Melalui akun facebooknya, Edy menyebut sejumlah nama yakni Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN, Erick Thohir.

Kedua menteri ini diduga terlibat dalam pendirian perusahaan penyedia jasa tes Covid-19, PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menegaskan, isu tersebut sangat tendensius. Arya pun memaparkan sejumlah data-data tes PCR di Indonesia.

Baca Juga:  Kritik Konser Berbagi Kasih, Natalius Pigai: Harusnya Berbagi Kasih Dengan Pulsa Rp 100 Ribu Untuk Pengguna Ponsel

“Isu bahwa Pak Erick bermain (bisnis) tes PCR itu isunya sangat tendensius,” ujar Arya kepada Wartawan, Selasa (2/11/2021).

Arya juga menjelaskan, salah satu pemegang saham GSI adalah Yayasan Adaro. Dimana, Adaro hanya memiliki saham sebesar 6 persen. Di lain sisi, yayasan tersebut merupakan yayasan kemanusiaan.

Kemudian, Erick Thohir sejak diamanahkan menjadi Menteri BUMN, tidak lagi aktif untuk mengurusi bisnis dalam yayasan tersebut.

Baca Juga:  Gibran Rakabuming di Pilkada Solo, Zulhas: Saya Meyakini Menang Diatas 80 Persen

Jadi sangat jauh lah dari keterlibatan atau dikaitkan dengan Pak Erick Thohir. Apalagi dikatakan main bisnis PCR jauh sekali.

“Jadi bayangkan, GSI itu hanya 2,5 persen melakukan tes PCR di Indonesia, setelah itu Yayasan kemanusiaan Adaronya hanya 6 persen. Jadi bisa dikatakan yayasan kemanusiaan Adaro ini sangat minim berperan di tes PCR,” tegas dia.

Sumber: suaranasional.com