Polri Pakai Perangkat Buatan Israel untuk Sedot Data Digital Jumhur Hidayat

  • Bagikan
Polri Pakai Perangkat Buatan Israel untuk Sedot Data Digital Jumhur Hidayat
(Foto: yahoo.com)

IDTODAY.CO – Mabes Polri menggunakan perangkat dan aplikasi buatan Israel, Cellebrite, untuk meyedot jejak digital Jumhur Hidayat. Hal ini terungkap dalam sidang lanjutan kasus penyebaran berita bohong dengan terdakwa Jumhur pada Senin, 5 April 2021 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam sidang ini, jaksa penuntut umum menghadirkan seorang pegawai Mabes Polri, Asep Saputra, sebagai saksi. Asep merupakan seorang ahli forensik digital.

Baca Juga:  Jika Prabowo Berpasangan Dengan Puan Maharani, Peneliti: Diatas Kertas Diprediksi Tidak Ada Lawan Berarti

Dalam persidangan, Asep menjelaskan tahapan pengambilan data digital milik Jumhur. “Analisis data digital hanya terkait dengan unggahan Jumhur soal Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja,” kata Asep, Senin, 5 April 2021.

Cellebrite merupakan alat perangkat keras dan aplikasi perangkat lunak buatan perusahaan digital intelijen Israel. Alat ini bisa mengambil data-data dari perangkat elektronik, seperti gawai, komputer, tablet, kartu penyimpan data (memory card), sampai perangkat keras penyimpan data (hard disk).

Baca Juga:  PDIP Setuju Pembebasan Napi Koruptor untuk Cegah Corona

Asep berkali-kali menegaskan bahwa polisi hanya mengambil unggahan soal omnibus law. Kepada majelis hakim, Asep memastikan bahwa cuitan Jumhur yang menjadi dasar pidana diunggah lewat perangkat elektronik miliknya.

Salah satu anggota tim kuasa hukum terdakwa, Haris Azhar, mengatakan penggunaan aplikasi itu masih dapat diperdebatkan. “Penggunaan alatnya bisa diperdebatkan. Artinya, ada alat yang bisa nerobos HP (telepon genggam),” kata Haris.

Baca Juga:  Janji Gus Nabil: Ketika Situasi Pulih, Protokol Migrasi Pekerja Akan Di Terapkan

Jumhur mengatakan tidak diberi pilihan bahwa seluruh data digitalnya diambil oleh pihak penyidik. “Ya saya mau apa lagi, memang saya bisa nolak, saya kan nggak bisa nolak,” kata dia.

Jaksa mendakwa Jumhur Hidayat dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong yang menimbulkan kericuhan. jaksa menyebut salah satu pentolan Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI) ini menyebarkan kabar bohong itu lewat akun Twitter pribadinya.

Baca Juga:  Bukhori Yusuf: Bansos Bentuk Uang Cash Lebih Banyak Mudharatnya

Baca Juga: Polda Riau Gempar, Beredar Video Diduga Perwira Berpangkat Komisaris Asyik Nyabu di Mobil

Sumber: tempo.co

  • Bagikan