Prabowo: Sampai Saat Ini, Cita-Cita Saya Ketika Pilpres 2019 Tidak Berubah

Menhan Prabowo Subianto bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Raker itu membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) Kementerian Pertahanan dan TNI tahun 2021.Akbar Nugroho Gumay/aww.(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

IDTODAY.CO – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI dinilai sebagian kenangan telah mengalami perubahan signifikan ketimbang saat menjadi rival Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019.

Apabila dulu Prabowo terkenal sangat lantang menyuarakan pendapatnya, gini dia terkesan adem ayem mengikuti semua alur dan kebijakan pemerintah.

Bacaan Lainnya

Menanggapi tudingan tersebut, Prabowo Subianto mengatakan bahwa sebagai seorang pemimpin maka dirinya harus bisa menempatkan diri secara profesional.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam wawancara courtesy DPP Partai Gerindra, Senin (12/10/2020).

“Lantang? Wah…. Jadi begini. Kita sebagai pemimpin, kita harus mengerti, dan kita harus tahu ya kan, peran apa, di saat apa, dengan cara apa. Jadi itu kita harus pandai untuk memilih. Tetapi nilai-nilai tidak berubah, cita-cita tidak berubah,” kata Prabowo sebagaimana dikutip dari detik.com (13/10)

“Ibarat kita, tujuan kita mau dari Jakarta ke Surabaya, kadang-kadang kita harus tentukan apakah saya lewat jalur utara atau jalur selatan? Tapi ujungnya saya masih tetap mau ke Surabaya,” tegas Prabowo.

Prabowo kemudian mengatakan bahwa cita-citanya saat Pilpres 2019 sama sekali tidak mengalami perubahan. Saat ini, dia hanya menjalankan peran sebagai bagian dari pemerintah Demi kemajuan bangsa Indonesia.

“Jadi waktu saya di luar pemerintah, saya calon presiden, ya saya menyampaikan cita-cita saya, nilai-nilai saya melalui program, melalui manifesto perjuangan,” ucap Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya bersuara lantang ketika berada di hadapan ribuan Orang demi tampil maksimal di depan para pendukungnya. Dia menyebutkan, kasihan pada pendukungnya apabila dia harus bersuara dengan nada loyo di depan publik.

“Dan kalau kita bicara di forum, kan kita bicara di depan ribuan orang. Kalau kita bicara di depan 100 orang saja kalau tidak lantang, ngantuk. Saya kan bekas komandan pasukan, bekas panglima. Panglima, komandan, itu ya guru, ya pelatih. Jadi saya mengerti. Makanya kalau pelatih yang baik itu suaranya ya lantang supaya anak buahnya nggak ngantuk. Kalau rakyat ribuan, kalau saya bicara (suara bergumam) capek dia, kan kasihan mereka,” urai Prabowo.

“Tapi cita-cita yang saya perjuangkan tidak berubah. Nah begitu saya memutuskan bahwa demi kepentingan bangsa dan negara supaya Indonesia kuat, kita harus ada ketenangan, kita harus ada stabilitas, kita harus ada persatuan, kita harus ada kerukunan karena negara kita sudah dari zaman dahulu, ratusan tahun sebelum kita punya Republik Indonesia, Nusantara ini ratusan tahun kita diganggu. Kenapa, karena kita ini kaya,” terang Prabowo.[detik/brz/nu]

Pos terkait