Presiden Lemah Dan Kurang Tegas Dalam Penanganan Covid-19

  • Whatsapp
Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies Jerry Massie/Net
Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies Jerry Massie/Net (Foto: Rmol.id)

Presiden Joko Widodo masih dipandang terlalu lemah dan kurang tegas terhadap bawahanya dalam rangka penanganan virus corona baru atau Covid-19.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies Jerry Massie mengulas, hal tersebut terlihat saat Jokowi menolak pelonggaran PSBB.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Masih Ngaku Ketum Partai Demokrat, Moeldoko Dibilang Halu Tingkat Tinggi

Namun, di saat yang hampir bersamaan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo dan Menkopolhukam Mahfud MD justru mengizinkan agar PSBB dilongarkan dengan syarat.

“Kepala BNPB melonggarkan PSBB yang mana usia 45 tahun ke bawah bisa kerja dan ini melanggar PSBB. Sedangkan presiden menyebut tak ada pelonggaran PSBB. Siapa sebetulnya yang harus didengar?,” kata Jerry dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5).

Baca Juga:  PP Muhammadiyah: Saya Mengikuti Pernyataan Denny Siregar yang Bernada Kritik Dan Sarkastis Kepada Kelompok Tertentu

Disisi lain, kata Jerry, koordinasi antar lembaga lemah di mana banyak kesalahan bicara yang keluar dari mulut petinggi negeri terkait penanganan Covid-19.

Menurut Jerry, sejumlah menteri kerap tak menghiraukan aturan presiden bahkan bertentangan alias berjalan tidak satu komando.

“Presiden saya nilai lemah dan kurang tegas terhadap bawahannya. Setidaknya Presiden Jokowi harus menerapkan reward and punishment,” katanya.

“Kendati (para menteri) sudah tak disukai publik bahkan kerap kontroversi tapi tak ada tindakan seperti pemecatan atau reshuffle,” pungkas Jerry.

Baca Juga:  Natalius Pigai: Usulan Menag Yaqut Soal Doa Lintas Agama Bisa Berlaku Pada Kegiatan Kenegaraan Atau Bersifat Publik

Sumber: rmol.id

Pos terkait

Tulis Komentar Anda di Sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.