ProDEM Pastikan Dampingi Said Didu Lawan Kesewenangan-wenangan Luhut

ProDEM
Aktivis Pro Demokrasi

IDTODAY.COKetua Majelis Jaring Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule menegaskan kembali bahwa Indonesia sebagai negara demokrasi harus dipahami secara dewasa dan cerdas dalam memahami dan menjaga iklim demokrasi yang sudah terbangun cukup baik.

Pernyataan tersebut merupakan respon atas laporan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kepada mantan Sekretaris BUMN M. Said Didu ke Bareskrim Polri terkait pernyataannya yang dianggap menyinggung pribadi Luhut. Padahal Said Didu telah melakukan klarifikasi.

Baca Juga:  Airlangga Sebut Pengangguran Bertambah Saat Pandemi Sekitar 3,5 Juta

“Berdemokrasi itu butuh kecerdasan dan kewarasan,” ujar Iwan Sumule sebagaimana dikutip dari Rmol.id (1/5).

Ia menegaskan bahwa pelaporan tersebut merupakan kriminalisasi dan bentuk pembungkaman pada kritik yang sebenarnya merupakan pilar demokrasi.

“Laporan Luhut ke polisi merupakan kriminalisasi dan upaya pembungkaman terhadap yang kritis,” tandasnya.

Berdasarkan hal tersebut, Ia memastikan segenap aktivis ProDEM siap berada di samping Said Didu demi memastikan demokrasi tidak dikuasai pemerintah

Baca Juga:  Waketum Gelora: Lidah Api Akan Tersulut Dari Kekeringan Hati Para Pemimpin

“ProDEM tetap bersama Said Didu melawan kemungkaran ini,” tegas ketua DPP Partai Gerindra itu.

Di samping itu, Iwan menyinggung mantan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Patra Zein yang memilih menjadi kuasa hukum Luhut dalam kasus ini. Padahal, basic-nya merupakan aktivis prodemokrasi.

Menurutnya, hal tersebut mencerminkan fanatisme buta yang sarat kepentingan dan mencederai YLBHI sebagai lembaga yang mengaku turut memperjuangkan demokrasi di Indonesia, membela kaum tertindas, dan menjadi tempat para aktivis mengadu, serta meminta perlindungan hukum dari kekejaman rezim.

Baca Juga:  FPI Tagar Anies4PresidenRI2024, PKB: Bagus kalau FPI Punya Hasrat Kekuasaan Seperti Itu

 “Ini justru jadi menjijikan ketika mantan Ketua YLBHI malah jadi pembela “pembunuh” demokrasi,” pungkas Iwan Sumule.[brz]