Ray Rangkuti Yakin Jokowi Tak Mereshuffle Menteri Baru

  • Bagikan
Ray Rangkuti Yakin Jokowi Tak Mereshuffle Menteri Baru
Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Maruf Amin saat mengumumkan enam menteri baru saat mereshuffle bulan Desember 2020/RMOL

IDTODAY.CO – Pengamat politik Ray Rangkuti menilai, menteri-menteri yang akan ‘didepak’ dalam reshuffle kali ini, kemungkinan adalah menteri-menteri yang telah bekerja lebih dari setahun. Sebab, menurutnya, kinerja seorang menteri baru bisa diukur minimal dalam kurun waktu setahun.

Setidaknya terdapat enam menteri baru pada saat Jokowi menkocok ulang kabinetnya pada Desember 2020 yang lalu, mereka adalah Tri Rismaharini sebaga Mensos, Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif, Sakti Wahyu Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan), Yaqut Cholil Qomas (Menag), Budi Gunadi Sadikin (Menkes) dan M Lutfi (Mendag)

Baca Juga:  Sekjen PDIP: Covid-19 Momentum Jadikan HP Sebagai Alat Perjuangan

Ray menilai, enam orang menteri baru itu berpeluang besar dipertahankan oleh Jokowi, karena masa jabatan mereka masih seumur jagung.

“Kalau dari aspek waktu, setidaknya nunggu satu tahun lah untuk ngukur kinerja,” ujar Ray saat dihubungi, Selasa (13/4).

Kata dia, Jokowi bukanlah tipikal pemimpin yang mengukur kinerja dalam waktu singkat.

“Dari aspek waktu itu terlalu cepat, karena belum sampe 3-4 bulan, itu bukan gayanya Pak Joko Widodo,” ujarnya.

Baca Juga:  Jokowi Diskusikan Penanganan Covid-19 Bersama Sederet Artis Papan Atas Di Istana Negara

Menteri-menteri yang baru dilantik pada Desember 2020 itu juga telah menunjukkan gebrakan-gebrakan. Ray mencontohkan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Kata dia, Trenggono, telah berani melakukan gebrakan dengan melarang ekspor benih bening lobster, komoditas yang merupakan kekayaan alam Indonesia.

“Beliau sudah buat keputusan yang sekarang menarik kembali kebijakan ekspor benur.  Itu cukup disambut khalayak,” ujarnya

Trenggono pada Februari 2021, sempat mengungkap alasan rencana pelarangan ekspor benih bening lobster (BBL). Trenggono menilai benur merupakan kekayaan alam Indonesia. Selain itu, nilai tambah dari benur yang akan lebih menguntungkan bila diekspor bukan dalam bentuk benih, namun ketika sudah berukuran besar dan siap konsumsi.

Baca Juga:  Luhut Sebut Berkat Pandemi Kini RI Produksi Obat-obatannya Sendiri

Selain Trenggono, Menkes Budi Gunadi Sadikin juga dianggap telah melakukan gebrakan dengan menekan angka penularan Covid-19, dan vaksinasi.

Ray juga mencatat menteri tersebut tergolong sosok menteri yang tidak bermasalah. Dia tidak menemukan suatu peristiwa yang memungkinkan menteri-menteri yang baru dilantik pada Desember 2020 itu digeser.

“Yang memungkinkan untuk direshuffle itu kinerja, Tapi, Kalau kinerja gimana mengukurnya baru beberapa bulan,” katanya.

Baca Juga:  Usung Muhammad-Saras di Pilwalkot Tangsel, PDIP Minta Kader Kurangi Tidur Jika Ingin Menang

Baca Juga: Qodari: Supaya Klop, Abdul Muti Layak Dipertimbangkan Jadi Mendikbud-Ristek

Sumber: rmol.id

  • Bagikan