Sesalkan Tengku Zul Pakai Sebutan ‘Kuli’ untuk Rakyat, Ferdinand: Itu Lebih Baik Ketimbang Jadi FPI

  • Whatsapp
ferdinand hutahaean
ferdinand hutahaean. (Foto: jitunews.com)

IDTODAY.CO – Ustadz Tengku Zulkarnain mengkritisi pernyataan Presiden Jokowi yang menyebut lapangan kerja akan dibuka seluas-luasnya berkat banyaknya investasi yang masuk.

Mantan Wasekjen MUI itu menduga perusahaan yang bakal bercokol di Indonesia berasal dari China, begitu juga tenaga kerjanya. Zul khawatir rakyat Indonesia akan tersingkir oleh keberadaan TKA asal China.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Seniman Indonesia Dadang Christanto Ucapkan Selamat Ulang Tahun PKI

“Lha, kalau mereka masuk ke sini model perusahaan China, memboyong Tenaga Kerja sendiri dari negaranya. Dan, rakyat kita cuma boleh jadi kuli. Apanya yang seluas luasnya? Terbatas jadi kuli, mungkin,” tulisnya lewat cuitan Twitter @ustadtengkuzul.

Selang beberapa waktu, eks politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean lantas menanggapi cuitan Tengku Zul itu. Menurutnya, sebutan kuli hingga pembantu rumah tangga tergolong lapangan kerja.

Baca Juga:  Temuan Survei, Sosok Pria Paling Potensial Capres 2024 Airlangga Hartarto

“Zul, kuli, karyawan, pekerja, buruh atau apapun sebutannya adalah lapangan kerja. Bahkan pembantu rumah tangga pun masuk kategori lapangan kerja,” jelasnya melalui akun @FerdinandHaean3, dikutip Minggu (4/4).

Ferdinand menyayangkan sebutan kuli dari Zul yang terkesan merendahkan para pekerja. Padahal, lanjut dia, karyawan maupun buruh itu lebih baik ketimbang bergabung dengan FPI.

“Hanya pikiranmu saja yang terlalu memandang hina dengan menyebut kuli. Coba lihat mereka sebagai pekerja, karyawan atau buruh. Itu lebih baik daripada jadi FPI,” tandasnya.

Baca Juga:  Soal Pilkada Ditengah Pandemi, PAN: Paritisipasi Pemilih Akan Rendah

Baca Juga: Jika Moeldoko Mundur, Idham Azis hingga Susi Pudjiastuti Dianggap Pas Jabat KSP

Sumber: jitunes.com

Pos terkait

Tulis Komentar Anda di Sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.