Soal Konflik Khofifah vs Risma, DPRD Surabaya curigai Pemprov Jatim Tidak Serius Tangani Corona di Surabaya

Khofifah dan Tri Rismaharini. (©2020 Merdeka.com)
Khofifah dan Tri Rismaharini. (©2020 Merdeka.com)

IDTODAY.CO – Konflik mobil PCR yang diprioritaskan untuk Surabaya dialihkan ke daerah lain di Jawa Timur terus berkelanjutan.

Kali ini, giliran Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, A H Thony yang bersuara terkait konflik dua pemimpin perempuan yang sedang naik daun tersebut.

Bacaan Lainnya

Thony curiga gubernur Jawa timur Khofifah Indar Parawansa sengaja ingin menjadikan Surabaya menjadi episentrum virus corona seperti di Wuhan, China. Tentunya hal tersebut dikawatirkan akan mendapatkan pemikiran berbeda terhadap pemerintahan Khofifah Indar Parawansa.

“Untuk memastikan apakah (Pemerintah) Provinsi main-main dengan hal seperti itu, saya akan coba besok koordinasi dengan Provinsi, kami akan audinesi dengan beliau-beliau yang ada di sana, untuk mendapatkan penjelasan itu. Tujuannya supaya pemikiran yang ada di masyarakat, yang berkembang degan perspektif masing-masing, yang mengatakan bahwa Provinsi memang sengaja membuat Surabaya menjadi seperti Wuhan, jangan sampai itu seolah-olah adalah memang didesain. Tetapi adalah ketika memang itu ada masalah maka harus diselesaikan dengan lebih bertanggungjawab,” ujar Thony sebagaimana dikutip dari Suara.com, Selasa (2/6/2020) pagi.

Disamping itu, Thony menilai Pemprov Jatim lamban dalam membantu Kota Surabaya, untuk memerangi wabah Corona.

Iapun mempertanyakan keseriusan Pemprov Jatim menangani Covid-19, terlebih lagi di Surabaya yang menurut Pemprov Jatim, bahwa Surabaya tidak hanya zona merah, tapi sudah hitam dan darurat Covid-19.

“Dari data (Swab BNPB) itu juga saya cari dari satu tempat ke tempat yang lain, dari Dinkes (Surabaya) juga masih belum menerima, kemudian saya cari data itu kepada gugus tugas dan juga gugus memberikan jawaban belum mendapatkan dari BNPB. Artinya apa? Bahwa apa yang dilakukan Provinsi terhadap test itu tidak bisa dilaporkan dengan cepat, dan saya melihat bahwa ini bagian penting yang harus kita soroti bahwa ada kelambanan dari pemerintah Provinsi di dalam membantu Kota Surabaya,” terang legislator Partai Gerindra ini.[Brz]

Pos terkait