Sri Mulyani Berbicara Soal Ketahanan Pangan

Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers mengenai Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019. (Foto: ANTARA)

IDTODAY.CO – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa pemerintah saat ini sedang fokus meningkatkan produktivitas pangan. Untuk mencapai hal itu, diperlukan perluasan lahan pertanian.

Sri Mulyani mengatakan Indonesia dalam jangka panjang dan menengah berupaya menangani masalah ketersediaan pangan dengan memperluas wilayah atau membuka lahan tambahan baru, yang tidak hanya untuk tanaman padi tetapi juga untuk perkebunan hortikultura.

Bacaan Lainnya

“Indonesia juga memperkenalkan program food estate di luar pulau Jawa dimana ini adalah sesuatu hal yang baru. Tentunya ini semua adalah upaya untuk menciptakan ketahanan pangan jangka panjang bagi Indonesia dengan meningkatkan produktivitas di luar pulau Jawa,” paparnya saat menjadi Pembicara pada the IMF-World Bank Group Annual Meetings Virtual Food Security Roundtable: Streghtening Food Systems in 2020 and Beyond yang merupakan bagian dari rangkaian World Bank IMF Annual Meeting 2020 melalui video conference pada Jum’at (09/10). Seperti dikutip dari cnbcindonesia (10/10/2020).

Menurutnya, untuk meningkatkan produktivitas diperlukan teknologi di mana teknologi ini sudah coba diperkenalkan kepada petani. Hal lain yaitu menghubungkan antara produksi dan pasar secara lebih efisien dan untuk itu Indonesia juga berinvestasi untuk infrastruktur digital sehingga mampu menciptakan aksesibilitas untuk wilayah Indonesia hingga keseluruhan pelosok Indonesia

Memperluas wilayah pertanian di Pulau Jawa sudah tidak mungkin dilakukan, karena Jawa merupakan pulau terpadat. Meski tidak bisa memperluas lahan di pulau Jawa, namun untuk produktivitas bisa ditingkatkan. Itulah mengapa dukungan pemerintah baik dalam bentuk teknologi serta prasarana atau irigasi serta jalan penghubung antara persawahan atau persawahan dengan pasar menjadi sangat penting.

“Pengeluaran pemerintah untuk infrastruktur dalam rangka meningkatkan produktivitas sawah dan sawah di Indonesia sangat penting,” ungkap Menkeu.

Kemudian terkait ketahanan pangan selama dan sesudah masa pendemi , hal ini penting untuk dibahas juga mengenai kerentanan sistem pangan berupa harga pangan yang tinggi dan keterjangkauan akses pangan yang sulit.

Selain itu, Indonesia masih memberikan perhatian yang sangat tinggi pada stunting dan malnutrisi. Namun, Indonesia juga memiliki kontradiksi antara kawasan pedesaan dan perkotaan yang mengalami obesitas dan juga penganekaragaman pangan. Indonesia juga masih harus meningkatkan baik produksi maupun konsumsi. Itu menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia.[cnbcindonesia/aks/nu]

Pos terkait