Tanggapi Seruan Jihad Bakar Polres Seluruh Indonesia, Prof Henry Subiakto: Teroris Tidak Suka Densus 88

Tanggapi Seruan Jihad Bakar Polres Seluruh Indonesia, Prof Henry Subiakto: Teroris Tidak Suka Densus 88
Prof Henry Subiakto (kemeja putih) bersama Ketua MUI KH Miftachul Akhyar. (Twitter/@henrysubiakto)

IDTODAY.CO – Staf Ahli Menkominfo Prof Henry Subiakto menanggapi seruan jihad bakar polres seluruh Indonesia.

Seruan jihad bakar polres seluruh Indonesia viral di media sosial dan grup WhastApp sejak Jumat, 19 November 2021.

Menurut Henry Subiakto, seruan jihad seperti itu merupakan kecenderungan umum.

“Saya ulang tweet saya kemarin: Ini kecenderungan umum. Maling tidak suka dengan penjaga keamanan. Penjahat tidak suka dengan polisi. Kuruptor tidak suka dengan KPK. Musuh negara tidak suka dengan tentara. Teroris tidak suka pada Densus 88,” kata Henry Subiakto melalui akun Twitternya, @henrysubiakto, dikutip Pojoksatu.id pada Sabtu (20/11).

Baca Juga:  BNPT: Peran Ulama Besar Sekali Dalam Pencegahan Paham Radikal

Pernyataan serupa disampaikan Henry saat mengomentari berita berjudul “MUI: Sudah waktunya Densus 88 Dibubarkan” beberapa waktu lalu.

Saat itu, Henry sempat dihujat warganet karena cuitannya dianggap seolah-olah menyamakan MUI dengan penjahat.

Henry juga dianggap pro pembubaran MUI karena menyinggung tentang sejarah pembentukan MUI pada tahun 1975 dengan maksud menampung ormas-ormas Islam.

Kenyataannya, kata dia, tidak semua ormas merasa terwakili MUI.

Baca Juga:  PDIP Bela Puan Maharani Soal Kasus Mikrofon, PD: Ampun, Disaksikan Jutaan Orang Masih Saja Bohong

Setelah cuitannya viral, Henry membagikan fotonya bersama Ketua Umum MUI, KH Miftachul Akhyar.

“Ketua Umum MUI itu KH Miftachul Ahyar, yang sekaligus Rois Am PB NU, ulama tertinggi dalam struktur pengurus NU,” kata Henry.

Guru besar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu membantah tudingan pro pembubaran MUI.

Henry menegaskan tidak setuju dengan wacana pembubaran MUI hanya gara-gara ada oknum MUI yang terindikasi teroris.

Baca Juga:  PDIP Sebut Pemprov DKI Nggak Nampak Konsentrasi Dalam Mengimplementasikan Pergub PSBB Transisi

“Lha mosok gara-gara ada oknum terkait teroris lalu lembaga yang dipimpin Kiai Ahyar harus dibubarkan? Mosok kalau ada tikus yang merusak, lalu lumbungnya dibakar? Jangan buru-buru,” tegas Henry.

Sumber: pojoksatu.id