Tingkat Kematian Corona di ICU Tinggi, Luhut: Manajemen Perlu Ditingkatkan

Luhut
Luhut Binsar Pandjaitan meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019). Ia dikabarkan akan menempati pos menteri koordinator maritim dan investasi.(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

IDTODAY NEWS – Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan meminta manajemen ICU di rumah sakit yang menangani Corona ditingkatkan. Luhut meminta hal tersebut mengingat kematian akibat Corona di ICU paling tinggi.

“Kami menemukan, untuk perlu meningkatkan manajemen rumah sakit, terutama dalam hal berhubungan langsung dengan COVID-19. Manajemen ICU, sumber daya manusia, obat, dan peralatan serta metode terapi,” kata Luhut dalam press conference terkait dengan Penanganan COVID-19 di 8 Provinsi di Indonesia yang disiarkan di YouTube Kemenko Marves, Jumat (18/9). Sebagaimana dikutip dari detik.com (18/09/2020).

Bacaan Lainnya

Luhut menyampaikan bahwa jajarannya akan menggelar rapat virtual dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) malam ini. Rapat ini membahas manajemen ICU.

“Nanti malam akan ada vidcall (video call) dengan Kemenkes dan karena mereka sedang menyiapkan kolaborasi dengan rumah sakit-rumah sakit yang ada. Bagaimana menangani di ICU karena tingkat kematian yang tinggi adalah di ICU,” jelasnya.

Luhut menilai laju kematian akibat Corona ini bisa ditekan jika manajemen ICU ditingkatkan. Selain itu, Luhut meminta delapan provinsi di Indonesia nantinya bisa mengikuti arahan Satgas dan Kemenkes terkait manajemen ICU ini.

“Kalau ini kita perbaiki dengan selama pengalaman kita 6 bulan ini, dengan obat-obat yang sudah ada disusun dengan baik, maka tingkat kematian akan kita kontrol. Nanti RSPAD berkolaborasi dengan banyak RS,” katanya.

“Kalau kami sudah sepakat nanti malam dan besok, maka hari Senin (18/9) merupakan briefing dari seluruh rumah sakit di delapan provinsi tahap pertama untuk menyiapkan itu, sehingga penanganan manajemen untuk ICU, dan juga mengenai training, sumber daya manusia, dan pengecekan obat-obatan pada ICU itu sudah kita akan kita sesuaikan,” tambah Luhut.[detik/aks/nu]

Pos terkait