2 Warga Serpong Ditangkap Polisi Karena Keroyok Begal Hingga Tewas

2 Warga Serpong Ditangkap Polisi Karena Keroyok Begal Hingga Tewas
Ilustrasi pengeroyokan. (Foto: Istimewa)

Polisi mengamankan dua warga yang mengeroyok pelaku begal bernama Basri hingga tewas di kawasan Serpong pada Jumat (8/5/2020) lalu. Keduanya diketahui memukul bagian belakang kepala korban dengan tongkat T.

Kapolres Tangsel AKBP Iman Setiawan menceritakan kejadian itu berawal saat korban berinisial RI akan menaiki motornya di Perumahan Taman Crysant 2, Kelurahan Ciater, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Tiba-tiba Basri datang bersama seorang rekannya mengapit korban.

Baca Juga:  Usai Gagal Usung Anwar-Pasha, Kini Demokrat Usung Rusdi-Ma'mun di Pilgub Sulteng

Basri kemudian merampas kunci motor dan mengambil kendali kemudi. Korban kemudian berteriak begal dan meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Warga kemudian berdatangan sehingga membuat dua pelaku begal itu lari. Basri tertangkap namun satu temannya berhasil kabur menggunakan motor. Tanpa pikir panjang Basri dikeroyok oleh warga.

“Setelah itu dua warga berinisial A dan S datang bersama warga lain dan memukul kepala Basri dengan tongkat,” kata Iman di Tangsel, Senin (11/5/2020).

Baca Juga:  Rencanakan Aksi Vandalisme 18 April 2020, Kelompok Anarko Diringkus Polisi

Mendengar kabar pengeroyokan itu petugas langsung datang dan mengamankan Basri. Nahas saat dibawa ke RSUD Tangsel nyawanya tak tertolong.

Aksi main hakim oleh warga dilakukan spontan karena mereka kesal di daerah tersebut sering terjadi pencurian motor. Sejumlah warga mengaku kehilangan motor.

Kematian Basri sempat dipermasalahkan komunitas warga Aceh di Jakarta yang menyebut aksi main hakim itu salah sasaran. Namun Iman memastikan Basri benar merupakan pelaku begal motor jaringan Aceh.

Baca Juga:  Mal Ciledug Diserbu Pengunjung Usai Kembali Dibuka, Warganet: Kamseupay

“Yang bersangkutan (Basri) benar pelaku begal motor,” ucap Iman.

Sumber: inews.id