5 Nakes Positif Corona, Puskesmas Kunduran Blora Ditutup Sementara

5 Nakes Positif Corona, Puskesmas Kunduran Blora Ditutup Sementara
Puskesmas Kunduran, Kabupaten Blora, Jateng. (Foto: GATRA/M Nanda)

IDTODAY.CO – Pelayanan kesehatan di Puskesmas Kunduran, Kecamatan Kunduran, Blora untuk sementara waktu ditutup hingga tanggal 17 Agustus 2020. . Hal itu disebabkan karena 5 tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas tersebut terkonfirmasi positif virus Corona (COVID-19).

“Ada lima tenaga kesehatan di Puskesmas Kunduran terpapar virus Corona, untuk sementara pelayanan ditutup,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Lilik Hernanto saat dimintai konfirmasi, Senin (10/8). Sebagaimana dikutip dari detik.com (10/08/2020).

Oleh karena, kata Lilik, untuk sementara waktu bagi warga yang ingin berobat dialihkan ke Puskesmas terdekat. Ia menambahkan, warga bisa berobat sementara ke Puskesmas Sonokidul, Ngawen dan sekitarnya.

Puskesmas Kunduran ditutup sejak Jumat (8/8) kemarin dan dilanjutkan dengan disinfeksi. Hal ini guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Sedangkan para tenaga kesehatan itu, telah melakukan isolasi mandiri untuk memutus mata rantai penularan COVID-19, baik untuk keluarga dan masyarakat sekitar,” jelas Lilik yang juga juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 itu.

Lilik menyebutkan, kasus pertama terungkap setelah seorang paramedis di Puskesmas tersebut sakit. Dia lalu berobat ke rumah sakit di luar kota. Saat itu paramedis tersebut di-swab dan menunjukkan hasil positif COVID-19.

“Dari satu orang positif ini kita kembangkan kepada teman-teman di Puskesmas Kunduran, sehingga ada penambahan sebanyak empat orang lagi,” jelasnya.

Ia mengatakan, dengan adanya penambahan ini, kasus positif masih cukup tinggi di Blora. Oleh karena itu, ia menghimbau kepada masyarakat agar tetap memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan covid-19.

“Kami mohon semua waspada, COVID-19 belum berakhir. Penambahan masih berlangsung. Mari bersama-sama. Kita ini yang bisa menjadi garda terdepan di dalam pencegahannya,” ajak Lilik.

“Untuk itu kami tidak pernah bosan untuk mengajak menaati protokol kesehatan, mencuci tangan pakai sabun sesering mungkin, memakai masker bila keluar rumah dan hindari kontak fisik serta hindari kerumunan,” pesannya.

Berdasarkan data Gugus Tugas, per Senin (10/8) tercatat ada 163 kasus positif COVID-19 di Kabupaten Blora. Dengan rincian 119 kasus sembuh dan 10 kasus COVID-19 meninggal.[detik/aks/nu]

Pos terkait