Beda Dengan Kapolda Sultra, IPW Apresiasi Kapolsek Muara Pawan Yang Usir TKA Tiongkok

TKA China di Indonesia
Ilustrasi TKA China di Indonesia. (Foto: borneonews)

IDTODAY.CO – Mewabahnya virus Corona di Indonesia ternyata tidak menyurutkan para TKA asal China untuk terus datang ke nusantara. Mereka terus saja berusaha untuk mendapatkan pekerjaan di Indonesia.

Padahal ‘katanya’ bandara sudah diperketat untuk kedatangan orang asing. Namun kenyataannya perhatikan tersebut tetap leluasa melewati pemeriksaan para petugas bandara.

Terkini, 24 Maret 2020, beberapa TKA asal China ‘ketahuan’ masuk Indonesia. Para TKA tersebut langsung bekerja di salah satu industri di Muara Pawan, Ketapang, Kalimantan Barat.

Tak ayal, fakta tersebut meresahkan masyarakat sekitar. Akhirnya masyarakat melaporkan kejadian tersebut kepada Kapolsek Muara Pawan.

Baca Juga:  Keluarganya Kaget, Isolasi COVID-19 di Bengkulu Diminta Bayar Biaya RS Rp 6,7 Juta

Kapolsek Muara Pawan Ipda Bagus, melakukan respon cepat terhadap laporan dari masyarakat. beliau bersama tokoh masyarakat sekitar kemudian mendatangi pabrik tempat TKA asal China itu bekerja.

Untuk menghindari keresahan warga, akhirnya ipda Bagus mengambil langkah tegas dengan memulangkan pada TKA tersebut.

Setelah terjalin kesepakatan dengan perusahaan tempat TKA tersebut bekerja, kemudian pada pada 27 Maret 2020 mereka dideportasi melalui Bandara Rahadi Oesman Ketapang.

Tindakan tegas Kapolsek Muara Pawan tersebut mendapatkan apresiasi dan pujian dari Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane.

Baca Juga:  Pendeta di Batam Jadi Korban Corona, 45 Jemaat di Karantina

Berbeda dengan sikap dan perlakuan yang ditunjukkan oleh Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjen Merdysam. Menurut penilaian Neta, perlakuan Kapolda Sultra beberapa waktu lalu seolah sangat welcome terhadap kedatangan TKA asal China di daerahnya.

“Sikap Kapolsek ini patut diapresiasi dan diacungi jempol. Berbeda dengan sikap Kapolda Sultra yang meloloskan TKA China masuk ke Kendari, yang hingga kini masih bekerja di daerah tersebut,” kata Neta sebagaimana dikutip dari Rmol.id (30/3/2020).

Baca Juga:  Butuh Uang, Guru SD Diamuk Massa karena Ketahuan Curi Sembako

Menurut Neta, masih bisa masuknya TKA asal China ke Indonesia di tengah makin meluasnya wabah virus Covid-19 menjadi sebuah tanda tanya besar. Sekaligus, menunjukkan sikap pemerintah yang tidak jelas dalam mengatasi wabah corona.

Neta mempertanyakan ketegasan pemerintah terkait masih bisa masuknya TKA asal China di Indonesia di tengah merebaknya virus Corona.  Padahal menurutnya masyarakat Indonesia saja dilarang kumpul-kumpul, tapi kenapa orang luar dengan leluasa bisa masuk ke Indonesia.

“Di satu sisi masyarakat dilarang berkumpul, bahkan dilarang berkumpul di tempat ibadah, tapi di sisi lain TKA China tetap dibiarkan masuk,” sindir Neta.[rmol/br]