DPRD Jatim Anggap Khofifah tak Bijak Menangani Covid-19, Niatnya Apa Sih Bu Gubernur?

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Antara)

DPRD Provinsi Jawa Timur turut menyoroti perseteruan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa terkait mobil laboratorium tes PCR penanganan covid-19.

Anggota Komisi E DPRD Jatim Deni Wicaksono mengatakan, Kota Surabaya lebih membutuhkan karena jumlah pasien lebih besar daripada dua daerah yang dikirimkan mobil PCR oleh pemprov, yaitu Tulungagung dan Lamongan.

Dia mengaku bingung dengan kinerja dan cara berpikir tim Pemprov Jawa Timur. Deni bahkan mempertanyakan niat dan motif Pemprov Jatim mengalihkan mobil PCR untuk Kota Surabaya itu.

Baca Juga:  Selama Periode Januari-Juli 2020, 17 Kasus Kecelakaan Melibatkan Pelajar Terjadi di Depok

“Saya bingung. Parah deh, enggak ngerti kita bagaimana cara kerjanya Pemprov Jatim ini. Saya rasa itu sama sekali tak bijak. Ya kan kalau gini ya semakin sulit melandaikan kurva di Jatim. Niatnya apa sih Bu Gubernur?” Kata Deni.

Dia mengatakan, kebijakan pengalihan mobil tes PCR itu menunjukkan bahwa Pemprov Jatim tak memiliki strategi yang bagus dalam penanganan covid-19.

Menurutnya, jika melihat jumlah pasien hingga tingkat penularan yang masif di Jatim, semestinya Kota Surabaya harus menjadi prioritas utama.

Baca Juga:  3 Hakim Positif Corona, PN Lubuk Pakam Sumut Tiadakan Persidangan Seminggu

Terlebih Kota Surabaya merupakan kota terbesar di provinsi. Apalagi Kota Surabaya saat ini sudah menjadi episentrum utama karena mobilitas penduduk paling tinggi.

“Begini lho, sebenarnya kalau mau melandaikan Jatim ya harus landaikan Surabaya. Caranya? Perluasan dan percepatan test di Surabaya. Terlebih swab ulang untuk pasien yang klinisnya mulai bagus,” katanya.

Menurutnya, langkah Pemprov Jatim ini sama sekali tidak sejalan dengan program pemerintah pusat, dalam penanganan covid-19. Sama sekali tidak memprioritaskan titik utama.

Bahkan Deni meminta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, lebih bijak lagi dalam memutuskan sesuatu di kemudian hari.

Baca Juga:  Masuk Zona Hijau, 41 Kelurahan di Kota Bekasi Diizinkan Gelar Salat Id di Masjid

Dia meminta Khofifah meniru Presiden Joko Widodo dalam penanganan covid-19.

“Langkahnya Bu Gubernur ini ibarat Jaka Sembung naik ojek, enggak nyambung jek. Ayolah singkirkan sentimen pribadi. Coba tiru Pak Jokowi lah. Dia tetap bantu daerah yang tidak mendukungnya saat Pilpres. Karena dia Presiden Indonesia. Ya sama, sekarang Bu Khofifah itu Gubernur Jatim. Jadi tak boleh sentimen ke Surabaya,” pungkasnya.

Sumber: jpnn