Kasihan, Pedagang Bakso ini Urung Mudik Karena Keder Penyekatan Berlapis

  • Whatsapp
Kasihan, Pedagang Bakso ini Urung Mudik Karena Keder Penyekatan Berlapis
Tekad, pedagang bakso yang tak bisa mudik gegara larangan mudik (Foto: Muhajir Arifin)

IDTODAY.CO – Tekad, seorang pedagang bakso asal Solo, yang tinggal di Pasuruan harus mengurungkan niatnya untuk bisa berlebaran di kampung halaman larangan mudik yang diterapkan oleh pemerintah.

Tekad yang sudah belasan tahun berjualan bakso di kota santri Pasuruan hanya bisa berkumpul dengan keluarga tercinta ketika Lebaran Idul Fitri. Akan tetapi tahun ini dia tidak bisa menikmati momen terindah tersebut karena adanya larangan dari pemerintah.

Setiap lebaran, laki-laki yang sudah memiliki cucu tersebut selalu menyempatkan diri untuk mudik ke kampung halaman, baik dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

Baca Juga: Istana Klarifikasi Berita Viral Video Presiden Jokowi Disebut Mudik dengan Rombongan

Baca Juga:  Ditengah Darurat Covid-19, PT BSM Malah Datangkan WNA dari China

“Tahun kemarin meski ada Corona saya masih mudik. Tahun ini nggak mudik,” kata Tekad  di sela aktivitasnya menyiapkan dagangan, sebagaimana dikutip dari Detik.com, Rabu(11/5/2021).

Tekad mengaku larangan mudik tahun ini dirasakannya lebih ketat dari tahun lalu. Apalagi yang ia tahu, penyekatannya berlapis.

“Penyekatan sekarang dobel-dobel. Lolos di satu lokasi belum tentu lolos di tempat lain,” ujarnya.

Tekad mengaku terus mengikuti informasi terkait mudik. Selain di pemberitaan media, ia juga terus menelepon teman-temannya.

“Katanya teman-teman susah tembus kalau ke Solo. Ya udah nggak mudik dulu, daripada sudah jauh-jauh tapi nanti diputar balik,” ujarnya.

Ayah 3 anak ini mengaku akan memanfaatkan video call untuk bersilaturahmi dengan orang-orang tercinta. Ia juga akan menghubungi koleganya di kampung dengan video call.

Baca Juga:  Upaya Pemkot Bogor Optimalkan PJJ Dengan Menyediakan WiFi Gratis di 797 Titik

“Ya pakai WhatsApp,” tandasnya.

Baca Juga: Kurang Diperhatikan, Puluhan Linmas di Klaten Copot Seragam dan “Mundur Berjemaah”

Pos terkait

Tulis Komentar Anda di Sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.