Kasus Corona di Surabaya Disorot, Risma Tak Terima Dituduh Tidak Kerja

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. (Foto: VIVA/Nur Faishal)

IDTODAY.CO – Jumlah kejangkitan kasus Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 di Kota Surabaya disorot oleh pemerintah pusat karena angkanya yang sangat tinggi, hampir separuh dari total kasus corona di Jawa Timur. Kendati begitu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma mengaku sudah bekerja maksimal menangani Covid-19.

Risma juga mengklaim bahwa kasus corona di Surabaya sudah turun. “Sebenarnya udah turun. Tadi saya memang tidak menyampaikan angka; saya nanti dikira seolah enggak kerja. Sebetulnya angka [kasus corona di Surabaya] itu sudah turun,” katanya usai menghadiri Rapat Pengarahan Percepatan penanganan Covid-19 Surabaya Raya bersama Menkopolhukam dan Mendagri di Hotel JW Marriott Surabaya pada Jumat, 26 Juni 2020.

Bacaan Lainnya

Dia juga menolak bila disebut kurang dalam melakukan pelacakan pada pasien Covid-19. Menurutnya, tracing terus digalakkan dengan bekerja sama dengan petugas Puskesmas, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Peran tiga elemen ini menggantikan mobil BIN dan BNPB yang sebelumnya aktif melakukan rapid tes dan swab PCR.

Banyaknya kasus corona, katanya, karena masifnya pelacakan dan tes di Surabaya. Karena itu ia mengaku telah bekerja secara maksimal. “Jadi, hari ini ada beberapa yang kita lakukan itu di situ. Tapi memang turun hasilnya. Nanti kalau enggak banyak saya dituduh enggak nyambut gawe (dituduh tidak bekerja),” katanya.

Karena itulah dia menegaskan bahwa kasus corona yang masih tinggi di Surabaya sebetulnya adalah data pekan lalu yang baru diumumkan baru-baru ini. “Hasil swab seminggu yang lalu, kalau setelah itu turun memang. Nanti saya dikira enggak nyambut gawe,” kata politikus PDIP itu.

Surabaya Raya menjadi sorotan dan perhatian khusus oleh pemerintah pusat. Kota Surabaya yang paling disorot karena angka kasus penularannya sekira 48,3 persen, hampir separuh dari total kasus corona di Jatim. Sudah angkanya tertinggi, penanganan kasus kurang berjalan baik karena kerap diwarnai buruknya koordinasi dan komunikasi antara Gugus Covid-19 Surabaya dengan Gugus Covid-19 Jatim.

Berdasarkan data Covid-19 Jatim per 25 Juni 2020, total kasus corona terus merangkak naik menjadi 10.532 setelah terdapat tambahan 333 kasus positif baru. Tambahan terbanyak tetap Surabaya, yaitu 195 kasus (totalnya 5.157 kasus), kemudian Sidoarjo 47 kasus (total 1.334 kasus), dan Gresik 26 kasus (total 562 kasus).

Sumber: vivanews.com

Pos terkait