Kejadian Jenazah Tertukar Di Surabaya, Kerabat: Dokumentasi RS Tidak Ada

Kejadian Jenazah Tertukar Di Surabaya, Kerabat: Dokumentasi RS Tidak Ada
Jenazah tertukar di Surabaya (Foto: Tribun Jatim)

IDTODAY.CO – Peristiwa tak lazim baru saja terjadi di Surabaya. Yakni, seorang jenazah tertukar di rumah sakit dan baru diketahui ketika sudah akan dikebumikan.

Dalam video viral tersebut memperlihatkan sejumlah petugas ber-APD mengambil kembali peti mati yang terbungkus plastik dari makam. Peti mati tersebut lalu dimasukkan kembali ke ambulans.

Bacaan Lainnya

Video berdurasi 1.39 menit viral dalam salah satu aplikasi percakapan. Anehnya jenazah yang tertukar berbeda kelamin. Artinya jenazah tersebut kelamin laki-laki namun ternyata setelah hendak dimakamkan dia berjenis kelamin perempuan.

Tak ayal, keluarga jenazah tersebut merasa kecewa dan mengajukan komplain pada pihak rumah sakit bersangkutan. Padahal, menurut penuturannya, keluarga jenazah tersebut sudah mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh pihak rumah sakit dalam proses pengurusan jenazah tersebut.

Menurut pengakuan salah satu sepupu jenazah tersebut, jadinya langsung menelpon pihak rumah sakit dan memberitahukan pada sopir ambulans sebentar setelah mengetahui bahwa jenazahnya tertukar.

“Begitu (dokumen) kita foto lha kok perempuan. Langsung kami sampaikan, kami minta tolong drivernya hubungi langsung pihak rumah sakit. Setelah kami komplain, mereka menanggapi,” ujar Amir sepupu jenazah tersebutkepada wartawan, sebagaimana dikutip dari Detik.com (24/6/2020).

lebih lanjut Mama Amir juga menyesalkan tidak lengkapnya prosedur pengurusan ijazah yang dilakukan oleh rumah sakit tersebut.

“Yang kurang dari pihak rumah sakit adalah setiap pengiriman itu tidak ada istilahnya surat jalan. Dokumentasi tidak ada,” ucap Amir.

Amir menjelaskan bahwa kerabatnya tersebut meninggal karena sakit jantung. Semula, pada Selasa (23/6) sekitar pukul 21.00 WIB, kerabatnya itu dibawa ke rumah sakit swasta yang berada di Wonokromo. Namun belum lama berada di rumah sakit, kerabatnya yang berusia 53 tahun itu meninggal.

“Jadi badannya nggak enak, minta ke rumah sakit. Akhirnya ke rumah sakit. Jadi kita datang, belum sempat infus, tapi sempat buang air. Begitu ditinggal ambil infus, baru dipanggilkan perawat, ternyata enggak ada,” pungkas Amir.[brz/nu]

Pos terkait