Keluarga Babi Ngepet di Depok Datangi Tokoh Agama, Idzin Bawa Pulang Jenazah Kalau Berubah Wujud

  • Whatsapp
Keluarga Babi Ngepet di Depok Datangi Tokoh Agama, Idzin Bawa Pulang Jenazah Kalau Berubah Wujud
Babi ngepet di Depok (Foto: dok. istimewa)

IDTODAY.CO – Kisah viral tentang babi ngepet di Bedahan, Sawangan, Depok, beberapa hari lalu tetap berlanjut. Saat ini, salah seorang tokoh agama di tempat tersebut mengaku baru saja didatangi dua orang yang mengaku sebagai keluarga babi ngepet tersebut.

Ustadz yang diketahui bernama Adam Ibrahim tersebut mengaku didatangi keluarga tersebut pada Selasa siang, 27 April 2021 kemarin.

Pihak keluarga yang diakui berjumlah 2 orang tersebut bermaksud mengambil melayat si babi ngepet apabila sudah berubah lagi menjadi manusia. Hanya saja mereka ingin mengambil secara diam-diam tanpa diketahui oleh warga lainnya.

Baca Juga: Kisah Muallaf Alice Norin, Jemput Hidayah Melalui Salat

“ Jadi nggak mau ramai, dia mau diam-diam. Jadi ingin dimakamkan secara layak kalau sudah jadi manusia, kalau itu anaknya, keluarganya,” kata Ustadz Adam Ibrahim di RT2/4 Bedahan, Sawangan, Depok, Selasa 27 April 2021 sebagaimana dikutip dari pojoksatu.id.

Baca Juga:  Penemu Fosil "Hanya" Diberi Tali Asih Rp 100 Ribu, Pantaskah?

Menanggapi hal tersebut, Adam telah bersepakat dengan tokoh masyarakat setempat untuk mengecek lagi keberadaan babi ngepet tersebut dan akan dikembalikan pada keluarganya apabila berubah kembali menjadi manusia.

Lebih lanjut Adam mengatakan, pihak tokoh masyarakat setempat sepakat akan mengembalikannya pada malam hari bila memang benar babi tersebut akan berubah menjadi manusia.

Diberitakan sebelumnya, Warga Depok akhirnya memotong babi yang berhasil mereka tangkap pada Selasa, 27 April 2021, kemarin. Babi tersebut diduga sebagai hewan jadi-jadian perwujudan seorang manusia yang mencari harta kekayaan dengan cara tidak lazim atau lebih dikenal dengan babi ngepet.

Babi ngepet tersebut berhasil ditangkap warga di wilayah Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok, Jawa Barat. Dipotong lebih awal dari yang dijadwalkan sebelumnya karena khawatir hewan diduga jadi-jadian tersebut akan menghilang.

Baca Juga:  Gubernur Jawa Tengah Cerita Saat Awal Pandemi Sempat Pertimbangkan Lockdown

“Pemotongan babi ngepet dikarenakan tubuhnya semakin mengecil. Apabila dia semakin mengecil babi ngepet tersebut akan hilang sehingga diputuskan untuk dipotong,” kata Ketua RW setempat, Abdul Rosad sebagaimana dikutip dari Viva.co.id (27/4/21).

Baca Juga: Bank BNI Siapkan KTA Pinjaman Tanpa Agunan Sampai Rp 500 Juta Cicilan 15 Tahun

Abdul Rosad mengatakan, ukuran babi sejak tertangkap terus menyusut dari semula panjangnya sekira 40-50 sentimeter kini jadi sekira 15 sentimeter.

“Berat 15 kilogram, tinggi babi dan lebar sekira 15 sentimeter seperti kucing,” katanya.

Sebelum dipotong hewan jadi-jadian tersebut dibacakan ayat-ayat suci Alquran terlebih dahulu.

“Sebelum dipotong dilakukan pengajian dan kemudian dipotong di bagian leher,” ujarnya. Kemudian, babi itu dikubur tak jauh dari lokasi penangkapan.

Baca Juga:  Corona "Paksa" Pabrik LG Cikarang Tutup Hingga Awal September

Sehari sebelumnya warga Depok dilemparkan penangkapan seekor babi yang di duga jelmaan manusia tamak.

Peristiwa itu terjadi di wilayah Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok. Menurut keterangan Ketua RW 04, Abdul Rosad, babi berwarna hitam itu berhasil ditangkap sekira pukul 00:30 WIB, Selasa dini hari, 27 April 2021.

Anggapan tersebut didasarkan pada banyaknya kejadian warga yang kehilangan uang secara tiba-tiba. Demikian juga dengan babi tersebut yang sering berlalu-lalang di tempat itu namun tidak pernah berhasil ditangkap.

“Jelang berapa Minggu lagi, bereaksi lagi, ketahuan warga lagi, dia menghilang lagi. Mungkin apesnya baru tadi malam. Jadi tadi malam itu, dia ini sebelum berubah wujud jadi babi, semalam itu pakai jubah hitam,” kata Rosad.

Baca Juga: Sulap Motor Matic Menjadi Motor Listrik, Proses Dua Bulan Dan Biaya Segini!

Pos terkait

Tulis Komentar Anda di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.