Lima Wilayah di Jabar Masuk Zona Merah COVID-19, Ini Daftarnya

Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil dalam jumpa pers di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Selasa (28/7/20).(Foto: tempo.co)

IDTODAY.CO – Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyampaikan perkembangan zana risiko virus Corona di Jawa Barat. Pria yang akrab dipanggil Emil itu menyebutkan, pekan ini ada lima wilayah di Jabar yang masuk ke dalam zona merah corona salah satunya ialah Ibukota Jabar, Kota Bandung. Sedangkan, Kota dan Kabupaten Cirebon sudah turun dari zona merah.

“Jadi zona merah Minggu lalu yang diumumkan Minggu ini adalah Kota Bandung zona merah dimohon kewaspadaan, KBB (Kabupaten Bandung Barat) zona merah, Kota Bogor masih zona merah, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi,” kata dia melalui keterangannya dalam video conference, Senin (5/10). Seperti dikutip dari kumparan (05/10/2020)

Bacaan Lainnya

“Jadi ada lima zona merah yang harus diwaspadai, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota bogor, Kota Bandung ibukota Jawa Barat, dan juga adalah di KBB,” lanjut dia.

Emil juga mengatakan, terkait dengan epidemiologi, angka kasus di Jabar menurun 28 persen jika dibanding pekan-pekan sebelumnya. Sedangkan penyumbang kasus terbanyak masih ada di Bodebek terutama Kota Depok yang ditemukan adanya 8 kelurahan berstatus zona risiko tinggi. Dia tak menyebut nama kelurahan yang dimaksud.

“10 (kelurahan) risiko tertinggi itu 8-nya ada di Kota Depok, itulah kenapa saya besok dan hari Rabu akan ngantor lagi di Depok untuk membantu pengendalian kasus Covid di Bodebek, mengawasi juga Bogor, Bekasi dan lain-lain,” ucap dia.

Adapun terkait dengan tes PCR yang dilakukan di Jabar, Emil menyebut, sudah sampai angka 426 ribu. Angka ini, menurut Emil, sudah mendekati standar WHO dengan angka pengetesan 1 persen dari jumlah penduduk. Diharapkan, angka testing di Jabar pekan depan sudah mencapai 50 ribu.

“Mendekati 1 persen standar WHO, jadi kita berharap Minggu depan itu sudah tercapai standar WHO 1 persen jumlah penduduk setelah itu akan kita kejar dan jaga perminggunya mendekati 50 ribu sebagai syarat 1 persen jumlah penduduk perminggu,” pungkas dia.[kumparan/aks/nu]

Pos terkait