Pendeta di Batam Jadi Korban Corona, 45 Jemaat di Karantina

  • Whatsapp
Tim Medis sedang menangani Pasien
Ilustrasi - Tim Medis sedang menangani Pasien. (Foto: Ist)

IDTODAY.CO – Seorang Perempuan pemuka agama Kristen di Batam meninggal dunia pasca terinfeksi virus Corona. Pendeta berinisial S dan berusia 51 tahun itu sempat diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam Kepulauan Riau (Kepri).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi membenarkan adanya kasus tersebut. Menurut Didi,  Pendeta tersebut merupakan kasus pertama positif Virus Corona di Kepri, sekaligus pasien pertama yang meninggal pada Minggu (22/3/2020) sekira pukul 19.30 WIB.

Bacaan Lainnya

“Iya benar,” jawab Didi sebagaimana dikutip dari Suara.com (23/3/2020).

Diketahui Pendeta S merupakan Ketua Majelis Jemaat GPIB Bahtera Hayat, Batam. Pendeta tersebut diketahui menghadiri seminar GPIB se-indonesia di Aston hotel Bogor yang dihadiri perwakilan gereja dari beberapa daerah di Indonesia  pada 25-28 Februari 2020.

Dari hasil pelacakan di ketahui bahwa beberapa peserta seminar, dari Jakarta dan seorang dari Lampung sebelumnya sudah meninggal setelah dinyatakan positif Corona. Begitu juga para tamu yang hadir di seminar tersebut sudah  diisolasi  karena positif Corona.

Pendeta S sebelum kembali ke Batam pada 4 Maret 2020,  melakukan perjalanan di Jakarta dan Yogyakarta.

“Setiba di Batam, lalu pada tanggal 5 maret, pasien mengeluhkan sakit demam, batuk berdahak,” kata Rudi, Wali Kota Batam dalam konferensi pers pada Kamis lalu.

Setibanya di Batam, pendeta s datang ke Puskesmas untuk berobat. Dia sempat membaik pada tanggal 7 Maret tapi kembali memburuk pada tanggal 10 Maret lalu. Hingga akhirnya dia dirujuk ke RSUD Embung Fatimah.

“Setelah dirawat, lalu tanggal 13 Maret diperbolehkan pulang ke rumah,” jelas Rudi.

Akan tetapi pada tanggal 14 Maret 2020 pendeta es kembali dirujuk dalam kondisi yang lebih parah dari sebelumnya. Saat itulah akhirnya dia dinyatakan positif terjangkit korona dan harus diisolasi akhirnya dikabarkan meninggal dunia pada Minggu malam yang lalu. Berdasarkan fakta tersebut, akhirnya 45 jemaat GPIB Bahtera Hayat, Sagulung di isolasi petugas dan berstatus orang dalam pemantauan (ODP). Para jemaah tersebut akan terus dipantau kondisinya khawatir terjadi penularan saat terjadi kontak langsung dengan pendeta S.(suara/br)

Pos terkait