Ridwan Kamil Mengaku Risau Dengan Kebijakan Kemenhub

  • Whatsapp
Terapkan PSBB, 5 Daerah di Jabar Masuk Zona Biru
Foto: Pemprov Jabar

IDTODAY.CO – Terkait kebijakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang mengizinkan moda transportasi kembali beroperasi justru membuat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Kang Emil risau.

Pengakuan itu disampaikan sendiri oleh kang Emil. “Saya cenderung risau, kira-kira mungkin mencari katanya begitu ya,” kata Emil saat Sharing Session eksklusif, Senin (11/5). Seperti Dikutip dari Liputan6.com (12/05/2020).

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Gubernur Jabar Usul Pelaksanaan Pilkada Diundur Hingga 2021, Ini Kata Pengamat

Kang Emil menyampaikan, ada alasan sendiri yang membuatnya khawatir. Yakni, bisa saja membawa orang tanpa gejala (OTG) saat berpergian.

“Di satu sisi kami mencoba taat terhadap peraturan pemerintah, di sisi lain risau, kenapa? Karena potensinya dibukanya keran lalu lintas ini akan mengalirkan orang-orang yang OTG (Orang Tanpa Gejala). Terlihat sehat, ikut protokol kesehatan, dia di kereta, bis, jaga jarak, kemudian dicek suhunya juga normal, padahal di dalam tubuhnya bawa virus. Itu yang paling mengkhawatirkan,” ungkap Emil.

Baca Juga:  Rakor di Sulteng, Kepala BNPT: Selamatkan Generasi Muda dari Paham Radikal

Pernyataan itu, menurut Emil, bisa dibuktikan pada pengguna KRL yang menurutnya sudah dilakukan pengetesan. Yang hasilnya, banyak ditemukan positif meski sudah menerapkan protokol kesehatan.

“Dan teori itu kita tes di KRL. Di KRL kan sudah jaga jarak ya, semeter dua meter. Kita tes 300 orang, ketemu 3 di Bogor. Kita tes 300 orang ketemu 3 di Bekasi. Berarti 1 persen kan,” tutur Kang Emil.

Baca Juga:  Sering Taruh Kerupuk Ditengah Jalan, Pedagang Stres di Jombang Meresahkan Pengendara

Menurutnya, apabila kebijakan seperti itu yang diterapkan maka yang repot adalah para pemangku jabatan di daerah.

“Jadi, banyaknya lalu lintas, wara-wiri ini yang repot kami di wilayah, karena harus ngetesin orang-orang yang datanglah, bayangkan. Mobilnya tetap, orangnya mengalir kami harus ngetes, karena enggak ada bukti lagi, kecuali dengan tes, dan karena tes terbatas tentu bikin repot,” tukas Ridwan Kamil.[Aks]

Pos terkait

Tulis Komentar Anda di Sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.