Sebar Hoax Soal Corona, Dua IRT Di Bengkulu Di Amankan Polisi

Dua ibu rumah
Dua ibu rumah tangga menyesal telah ikut menyebarkan berita hoax/RMOLBengkulu

IDTODAY.CO – Perlu “diajarkan” kepada masyarakat tentang literasi informasi guna menangkal pembuatan dan penyebaran berita hoax. Karena tindakannya tidak tanggung dari pihak berwajib.

Teranyar, Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu mengamankan dua orang ibu rumah tangga karena terlibat dalam penyebaran berita hoax di media sosial terkait virus corona melalui pesan berantai WhatsApp.

Bacaan Lainnya

Tim Siber Polda Bengkulu memanggil Dua IRT tersebut berisinisal A (26) dan J (38) yang saat ini menetap Bengkulu. Kedua ibu tersebut dimintai keterangan terkait penyebaran berita hoax tentang pasien virus Covid-19 di RSUD M.Yunus.

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Sudarno, menyampaikan pesan dari Kapolda Bengkulu bahwa kedua orang tersebut dimintai klarifikasi sekaligus sebagai efek jera supaya tidak sembarang share berita bohong yang meresahkan masyarakat.  

“Dua orang pelaku ini kita panggil, guna memberikan efek jera dan pembelajaran kepada masyarakat agar tidak mudah klik and share berita-berita hoax yang dapat menimbulkan stigma negatif di masyarakat,” kata Sudarno sebgaimana dikutip dari Rmol.id (18/3/2020).

Sudarno melanjutkan bahwa kedua pelaku penyebaran berita hoax ini dapat dikenakan pidana tapi untuk saat ini memang dipanggil hanya untuk dimintai keterangan dan minta maaf kepada masyarakat.

“Terkait adanya pidana, sebenarnya ada bila menyebarkan. Cuma mempidanakan seseorang ada tahapannya dan prosesnya panjang, dan sekarang kita panggil untuk klarifikasi saja dan meminta maaf kepada masyarakat,” imbuhnya.

Ditempat berbeda, Zulki Maulub, Direktur RSUD M Yunus Bengkulu, mengatakan bahwa pesan WA yang disebarkan kedua IRT tersebut adalah hoax karena tidak ada pasien suspect virus corona yang dirujuk disana

“Sampai tadi malam saya terus diminta kejelasan apakah berita yang beredar itu benar atau tidak dan saya selalu katakan hoax,” kata Zulki.

Zulki menambahkan bahwa pasien yang ada di RSUD M.Yunus berstatus ODP bukan PDP. Dia dirujuk kesana dalam keadaan demamnya sudah turun.

“Saat dibawa ke RSUD M Yunus kondisi pasien sudah membaik dan tidak demam lagi. Seusai pemeriksan, pasien ini bukanlah pasien PDP melainkan pasien ODP,” tutup Zulki Maulub. Akhirnya, kedua IRT tersebut menyesal dan mengakui kesalahannya.

“Kami berdua meminta maaf atas segala kesalahan yang telah kami perbuat. Karena kami di sini sebenarnya hanya membagikan bukan membuat berita tersebut dan membagikannya dari grup ke grup,” tutup kedua IRT tersebut.

Sumber: rmol.id
Editor: Bahrur Rozy

Pos terkait