Sistem Belajar dari Rumah Tapi SPP Tetap Harus Dibayar Penuh. Ini curhat Wali Murid di Depok

Ilustrasi anak belajar di rumah Foto: Shutterstock
Ilustrasi anak belajar di rumah (Foto: Shutterstock/Today.line.me)

IDTODAY.CO – Meskipun sistem belajar dilakukan dari rumah selam Pandemi Covid-19, namun tetap harus membayar SPP secara penuh. Hal ini yang dikeluhkan oleh salah seorang wali murid Saraswati. (33).

Ibu tiga anak ini mengatakan bahwa ia harus membayar penuh SPP anaknya di salah satu sekolah menengah pertama swasta di Depok. Padahal selama wabah corona, penghasilan suaminya berkurang karena ada pemotongan gaji dari kantornya.

Bacaan Lainnya

Ia juga mengaku dirinya harus menyiapkan uang hingga Rp 300 ribu untuk membeli paket data untuk dua anaknya yang bersekolah di SD dan SMP.

“Jadi saya harus bayar itu full, tagihannya sudah dikirim dari Maret sampai Mei, sebulannya Rp 455 ribu, dikali tiga bulan, belum lagi ada pengeluaran paket data Rp 300 ribu sebulan, saya pusing juga nih,” kata Saraswati, Rabu (3/6). Seperti dikutip dari kumparan (03/06/2020).

Lebih lanjut Saras mengatakan bahwa kebijakan ini tidak adil, karena selama sistem belajar dilakukan dari rumah yang menjadi guru adalah dirinya. Disamping itu ia harus melakukan pekerjaan rumah selaku ibu rumah tangga.

“Ini kan anak-anak saya, saya yang ngajarin. Mana yang SMP pelajarannya susah-susah enggak kaya zaman saya dulu, kadang kalau kesulitan, ya udah dikumpulin aja tugasnya seadanya,” ujar Saras.

Bahkan Saras juga mengaku dirinya sudah pernah menghubungi pihak sekolah melalui wali kelas anaknya, namun, kata Saras, hingga saat ini belum ada respon. Saat ini Saras hanya berharap ada keringanan untuk pembayaran SPP anaknya.

“Saya ingin minta keringanan ke pihak sekolah, cuma ini bingung juga kan sekolahnya tutup, terus enggak ada grup WA (WhatsApp) untuk orang tua siswa, saya cuma bilang ke wali kelas anak, tapi ya enggak terlalu ditanggapin,” lanjutnya.[Aks]

Pos terkait