Survei Membuktikan: 71 Persen Publik Pilih Anies jika Hari Ini Pilgub DKI Jakarta Digelar

anies baswedan
anies baswedan/RMOL

Survei Membuktikan: 71 Persen Publik Pilih Anies jika Hari Ini Pilgub DKI Jakarta Digelar akan dibahas dalam artikel ini. Hal tersebut diungkap Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, dalam acara rilis survei tentang “Persepsi Publik atas Kinerja Gubernur DKI Jakarta dan Harapan Publik pada Pj Gubernur Jakarta 2022-2024” yang digelar virtual pada Rabu (5/10).

“Jika hari ini dilaksanakan Pilgub kembali, Anies Baswedan dan Ahmad Riza Patria dipilih oleh 71 persen responden,” ujar Dedi.

Baca Juga:  Pembangunan Ponpes Gus Nur di Malang Ditolak Warga, MWC NU: Dia Pernah Mengejek Kiai

Menurutnya, tingkat keterpilihan ini setidaknya memberikan gambaran tentang bagaimana posisi Anies menjelang Pilpres 2024.

Hal itu, lajutnya, setidaknya dilandasi alasan yang kuat. Sebab, dalam survei ini IPO juga menemukan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Seperti infrastruktur kondisi jalan, taman, fasum, layanan transportasi dianggap baik oleh 84 persen publik. Selain itu ada 74 persen publik menilai harga bahan pokok seperti pangan, pakaian dan kepemilikan serta sewa tempat tinggal cukup baik,” demikian Dedi.

Baca Juga:  Jokowi Terapkan New Normal, Legislator Demokrat: Pemerintah Sudah Angkat Bendera Putih

Dalam survei yang digelar pada 23 hingga 26 September 2022 ini, IPO menggunakan metode Purposive Sampling yang dilakukan dengan wawancara penelitian melalui sambungan telpon dan pengisian kuisioner digital.

Untuk responden yang dilibatkan dalam survei kali ini berasal dari 10.821 populasi responden yang dimiliki IPO sejak periode 2018 hingga 2022. Namun, dari total populasi itu terdapat 1.700 responden yang dimungkinkan untuk menjadi responden.

Baca Juga:  Tak Ada Pembebasan bagi Napi Koruptor, Jokowi: Hanya Untuk Napi Pidana Umum

Akhirnya, IPO dalam survei kali ini memutuskan mengambil secara acak dari 1.700 responden tersebut sebanyak 400 responden.

Metode ini memiliki pengukuran kesalahan (margin of error) 2,90 persen, dengan tingkat akurasi data 95 persen.

Sumber: RMOL