Kemenkeu Cetak Rekor Nominal Tertinggi USD Bonds Sepanjang Sejarah

Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Menteri Keuangan Sri Mulyani, Foto: ANTARA

IDTODAY.CO – Sri Mulyani telah menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dengan tiga seri berdenominasi dolar AS, yakni seri RI1030, RI1050 dan RI0470. Total nominal yang berhasil diraup sebesar US$4,3 miliar, terdiri dari masing-masing US$1,65 miliar tenor 10,5 tahun, US$1,65 miliar tenor 30,5 tahun dan US$1 miliar untuk 50 tahun.

Surat Utang Negara yang diterbitkan pada 6 April 2020 lalu merupakan sejarah baru bagi Indonesia dalam memberikan hutang dengan jangka waktu yang sangat panjang, 50 tahun lamanya. surat utang negara itu diterbitkan mengumpulkan dana untuk menyokong kebutuhan penanganan virus Corona di Indonesia.

Baca Juga:  DPRD DKI Jakarta: Meski Rayakan HUT RI di Tengah Pandemi Jangan Sampai Surutkan Rasa Syukur

“Sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh Undang-Undang No. 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara, Menteri Keuangan menetapkan hasil transaksi penjualan SUN dalam valuta asing,” urai Rahayu Puspasari sebagaimana dikutip dari Viva.co.id (8/4/2020).

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan itu menjelaskan bahwa pembiayaan APBN melalui mekanisme pasar adalah suatu upaya untuk bisa menjalankan kebijakan fiskal secara kredibel, disiplin, dan berkelanjutan di tengah kondisi perekonomian global yang bergejolak.

Baca Juga:  Jemaah Umrah RI Bisa Berangkat Lagi, Biaya Termurah Naik Jadi Rp 30 Juta

Di samping alasan di atas, Rahayu menjelaskan bahwa SUN merupakan langkah responsif di masa darurat untuk membantu realisasi 3 program pemerintah terkait masalah kesehatan, penyediaan jaring pengaman sosial dan dukungan pada dunia usaha UMKM.

“Pada transaksi kali ini, Pemerintah melakukan penerbitan tenor 50 tahun untuk pertama kalinya setelah mempertimbangkan preferensi investor global bonds pada tenor yang sangat panjang, sekaligus untuk menyeimbangkan kurva jatuh tempo SUN dan menciptakan acuan tenor baru bagi Indonesia,” jelasnya. .

Rahayu mengklaim penerbitan SUN dengan nominal fantastis tersebut menunjukkan kecerdasan pemerintah dalam memanfaatkan peluang dengan baik. Total pendapatan dari penerbitan SUN adalah US$4,3 miliar, merupakan rekor nominal terbesar dalam sejarah USD Bonds. “Pada transaksi USD Bonds kali ini, yield yang dicapai untuk tenor 10,5 tahun, 30,5 tahun dan 50 tahun ini masing-masing adalah 3,9 persen, 4,25 persen dan 4,5 persen. Yield ketiga tenor tersebut masing-masing lebih ketat 25 bps, 30 bps dan 40 bps dari level initial price guidance,” terangnya.[brz]

Baca Juga:  Anggota Komisi IX DPR Nilai Dibukanya Mall Belum Mendesak Kecuali untuk Pangan dan Kesehatan