AS Klaim Bekali Jet Siluman F-35 Nuklir Supersonik untuk Lindungi Sekutunya

Langgar Perjanjian, AS Tes Jet Siluman F-35 untuk Serangan Nuklir Supersonik
Jet tempur siluman F-35A Amerika Serikat saat diuji coba menjatuhkan bom nuklir inert dengan kecepatan supersonik. (Foto/F-35 Joint Program Office)

IDTODAY.CO – Pesawat jet tempur siluman F-35A Joint Strike Fighter yang menjatuhkan bom nuklir inert atau tiruan dengan kecepatan melebihi kecepatan suara atau supersonik, untuk pertama kalinya ditampilkan Militer Amerika Serikat (AS) melalui sebuah rekaman.

Bahkan, video uji coba tersebut juga diunggah ke YouTube oleh The Drive. Padahal, uji coba senjata nuklir sebenarnya dilarang berdasarkan perjanjian tahun 1996.

Bacaan Lainnya

Uji terbang yang berlangsung 25 Agustus di Tonopah Test Range, bagian dari Nevada Test and Training Range yang juga menampung Area 51 tersebut dikumpulkan oleh Sandia National Laboratories, Los Alamos National Laboratory dan US National Nuclear Security Administration (NNSA)

Kantor Program Gabungan F-35 Pentagon sebelumnya menerbitkan foto-foto pada bulan Juni dari tes lain di Pangkalan Angkatan Udara Edwards California di mana F-35 juga menjatuhkan bom nuklir B61-12 inert.

Seorang manajer, Steven Samuels dengan Tim Sistem B61-12 Sandia, dalam siaran pers hari Senin (23/11/2020) membeberkan terkait tujuan latihan tersebut.

“Ini adalah tes pertama untuk melatih semua sistem, termasuk mekanik, elektrik, komunikasi dan pelepasan antara B61-12 dan F-35A,” katanya sebagaimana dikutip dari SINDOnews (24/11).

“Tes terbaru adalah bagian penting dalam program F-35A dan B61-12. Di atas pesawat tempur terbaru, B61-12 memberikan bagian yang kuat dari strategi pencegahan nuklir secara keseluruhan untuk negara kita dan sekutu kita,” ujarnya.

Pesawat tempur F-35 bukan satu-satunya pesawat AS yang mampu mengirimkan senjata nuklir dengan kecepatan supersonik. F-15 Eagle dan F-16 Falcon juga dapat membawa bom B61. Bahkan, F-15 telah disertifikasi untuk membawa versi baru dari bom tersebut. Pesawat siluman B-2 Spirit subsonik juga tak hanya dapat membawa B61, tetapi juga secara unik menggunakan bom termonuklir B83 yang jauh lebih besar.

Sedangkan B61-12 merupakan versi terbaru dari keluarga bom gravitasi nuklir B61 yang dijatuhkan dari udara, diperkenalkan pada tahun 2015. Dengan panjang hanya 12 kaki, senjata dengan hasil variabel dapat dimuat di dalam ruang senjata internal F-35, yang berarti seperti sepupunya; F-22 Raptor, tidak perlu mengorbankan teknologi silumannya untuk membawa bom. B61-12 memiliki empat opsi hasil; 0,3 kiloton, 1,5 kiloton, 10 kiloton dan 50 kiloton.[sindonews/brz/nu]

Pos terkait