Beri Perpisahan Hangat untuk Angela Merkel, Emmanuel Macron: Prancis Mencintai Anda

Beri Perpisahan Hangat untuk Angela Merkel, Emmanuel Macron: Prancis Mencintai Anda
Presiden Prancis Emmanuel Macron memberikan pelukan hangat dalam upacara perpisahan untuk Kanselir Jerman Angela Merkel/RMOL

IDTODAY.CO – Berakhirnya masa jabatan Kanselir Angela Merkel bukan hanya membuat Jerman kehilangan, namun juga seluruh Eropa.

Merkel yang telah menjabat sebagai kanselir dari 2005 dikenal sebagai salah satu pemimpin paling berpengaruh di dunia, yang juga berhasil menjaga persatuan Eropa.

Pada Rabu (3/11), Presiden Prancis Emmanuel Macron memberikan perpisahan yang penuh kasih dan hangat kepada Merkel. Bertempat di Beaune, Prancis, Macron memberikan penghargaan tertinggi, Legion d’Honneur, kepada Merkel.

Baca Juga:  Soal Tawon Pembunuh di AS, Netizen: COVID dan Tawon, China Temukan Cara Lain Untuk Berperang Dengan Amerika

Macron kemudian memuji Merkel karena menjaga Eropa tetap bersatu melalui tahun-tahun krisis. Ia juga berterima kasih padanya atas kesabarannya dengan dia dan pelajaran yang telah dia ajarkan kepadanya.

“Sejak Anda menjadi kanselir, Prancis telah belajar untuk mengenal Anda dan mencintai Anda,” kata Macron, seperti dikutip France24.

Macron mengatakan Merkel pertama kali bekerja dengan presiden Prancis Jacques Chirac, kemudian dengan Nicolas Sarkozy untuk menghadapi krisis keuangan dan menjaga zona euro bersama, dengan Francois Hollande untuk menghadapi terorisme dan krisis imigrasi, dan dengan dirinya sendiri untuk memerangi pandemi Covid-19.

Baca Juga:  Umat Islam Alami Kekerasan Di Delhi, Kios-kios Dibakar, Polisinya Cuek-Cuek Saja

“Anda telah bekerja untuk menjaga Eropa tetap bersama selama semua guncangan ini. Saya harap pelajaran yang Anda tinggalkan untuk kita, untuk berdiri teguh melawan angin sakal yang kuat dan untuk memastikan bahwa semua orang tetap bersatu dan bahwa segala sesuatunya tidak berantakan,” terang Macron.

Merkel yang berusia 67 tahun telah memimpin negaranya selama 16 tahun. Ia akan mundur ketika pemerintah koalisi Jerman dibentuk setelah pemilihan nasional 26 September.

Baca Juga:  Miris! Dana Bantuan COVID-19 Justru Buat Beli Lamborghini

Sumber: rmol.id