ILO: Wabah Virus Corona Berdampak Terhadap Krisis Ekonomi Global Dan Dapat Menghancurkan 25 Juta Pekerjaan

  • Whatsapp
Para petugas dilengkapi pakaian pelindung menyemprotkan cairan desinfektan di sebuah pasar di daerah Daegu, Korea Selatan
Para petugas dilengkapi pakaian pelindung menyemprotkan cairan desinfektan di sebuah pasar di daerah Daegu, Korea Selatan (AFP/YONHAP/SOUTH KOREA OUT)

IDTODAY.CO – Wabah virus corona yang meneror hampir seluruh dunia tidak hanya mempengaruhi tubuh manusia bahkan juga memiliki dampak terhadap krisis ekonomi global yang dapat menghancurkan 25 juta pekerjaan.

Apabila tidak segera ditindak lanjuti oleh pemerintah, maka akan banyak jutaan buruh kehilangan pekerjaannya. Pernyataan itu tertulis dalam situs resmi Organisasi Buruh Internasional, ilo.org, Kamis (19/3).

“Namun, jika kita melihat respons kebijakan yang terkoordinasi secara internasional, seperti yang terjadi dalam krisis keuangan global 2008-2009, maka dampaknya terhadap pengangguran global bisa jauh lebih rendah,”kata ILO.

Bacaan Lainnya

Oleh karena itu untuk melindungi para pekerja, merangsang pertumbuhan ekonomi, dan mendukung pekerjaan dan pendapatan, ILO menyerukan langkah-langkah mendesak dan terkoordinasi.

Langkah-langkah tersebut harus mencakup memperluas perlindungan sosial, mendukung retensi pekerjaan melalui pekerjaan jangka pendek atau cuti berbayar, serta bantuan keuangan dan pajak, termasuk untuk usaha mikro, kecil dan menengah.

Diperkirakan pula akan terjadi peningkatan besar-besaran terhadap Pengangguran terselubung, hal ini karena konsekuensi ekonomi dari wabah virus ini adalah berarti berkurangnya jam kerja dan upah.

Untuk bisa bertahan dari ancaman krisis ini, usaha-usaha yang sejauh ini dilakukan oleh negara-negara berkembang, mungkin tidak bisa lagi dilakukan seiring denga mewabahnya virus corona yang mengkibatkan adanya pembatasan pergerakan orang dan barang.

Berkurangnya jam kerja menurut ILO, berarti akan berdampak pada pendapatan. ILO juga menyebutkan bahwa kerugian akan mencapai 860 miliar dolar AS hingga 3,4 triliun AS pada akhir 2020. “Ini bukan lagi hanya krisis kesehatan global, ini juga merupakan krisis pasar tenaga kerja utama dan ekonomi yang berdampak besar pada manusia,” kata Direktur Jenderal ILO Guy Ryder.

Editor: Ahmad Kamali

Pos terkait