Jadi Seruan Solidaritas Lawan Corona, Jerman dan Belanda Kembali Kumandangkan Adzan

Jerman dan Belanda Kembali Kumandangkan Adzan
Foto: Istimewa

IDTODAY.CO – Jerman dan Belanda sedang berjuang mengalahkan virus Corona yang sedang mewabah di negara itu. Disela kabar mengerikan tersebut,  terdapat pemandangan menarik yang dilakukan warga negara tersebut dalam menghadapi serangan virus mematikan tersebut.

Sebagaimana telah diberitakan, Jerman memiliki 103.375 kasus virus corona dengan angka kematian mencapai 1.810 orang, dan 28.700 pasien berhasil disembuhkan. Adapun Belanda memiliki 18.803 kasus dengan jumlah korban 1.867 orang dan hanya 250 pasien yang berhasil disembuhkan.

Baca Juga:  Takut Tertular Corona, 800 Muslim Rohingya Dibebaskan Dari Penjara Myanmar

Menariknya, Adzan kembali berkumandang setiap malam di negeri itu sejak virus Corona menjadi momok yang menakutkan. padahal sebelum itu, Jerman dan Belanda termasuk negara yang melarang penggunaan pengeras suara di masjid.

Masjid-masjid milik DITIB Merkez Mosque—kelompok payung Muslim-Turki—di kota Duisburg barat dan Islamic National National View (IGMG) mulai mengumandangkan azan sejak hari Jumat lalu. tepatnya semenjak dua negara tersebut memberlakukan lockdown untuk memutus penyebaran virus Corona.

Baca Juga:  Ulama Yaman Tuding Israel dan Amerika Buat Covid 19 Untuk Tutup Ka'bah

Seorang perwakilan DITIB di Essen, Jerman, Fahrettin Alptekin, mengatakan bahwa  lebih dari 50 masjid lokal di Jerman mengumandangkan adzan lewat pengeras suara.

“Panggilan Muslim untuk salat dapat didengar dari lebih dari 50 masjid lokal. Azan yang disiarkan melalui pengeras suara umumnya tidak diizinkan di Jerman, kecuali untuk acara-acara khusus,” kata Alptekin, sebagaimana dikutip dari Republika.co.id (7/4/2020)

Hülya Ceylan seorang Ketua asosiasi regional DITIB di Duisburg, mengungkapkan hal serupa. bahkan umat Kristiani mendukung seruan adzan tersebut sebagai bentuk solidaritas

Baca Juga:  Bantah Pesawat Tempurnya Terabas Ruang Udara Korsel, China: Kami Mematuhi Hukum Internasional

“Gereja-gereja tetangga kami juga bertanya apakah kami ingin mengambil bagian dalam tanda solidaritas ini setiap malam,” urai Hülya Ceylan.

 “Kami mengatakan, kami dapat mendukung komunitas Muslim secara spiritual melalui panggilan untuk salat.” Lanjutnya.

Terlebih lagi di Belanda, seruan solidaritas menggunakan adzan dengan pengeras suara dikumandangkan secara lebih luas dari lebih banyak tempat.[brz]