Nyali Tak Ciut Hadapi China, India Takkan Mundur dari Perbatasan

  • Whatsapp
VIVA Militer: Pasukan Angkatan Bersenjata India (BSS) (Foto:New Indian Express/Viva.co.id)
VIVA Militer: Pasukan Angkatan Bersenjata India (BSS) (Foto:New Indian Express/Viva.co.id)

IDTODAY.CO – Perdana Menteri India, Rajnath Singh, akhirnya angkat bicara terkait konflik dengan China di wilayah perbatasan kedua negara. Pertama kali muncul ke publik sejak awal perseteruan, Singh menegaskan bahwa China telah melanggar integritas teritorial India.

Unjuk kekuatan militer antara India dan China di sepanjang perbatasan Garis Kontrol Aktual (LAC), hingga saat ini masih terjadi. Setelah beberapa pekan lalu, personel militer India dan China sempat terlibat dalam baku tembak di wilayah Ladakh.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Soal Negosiasi Pembelian 48 Jet Tempur Rafale, Menhan Prancis: Ini Pekerjaan Sangat Besar!

Sejumlah masif tentara India dikerahkan ke wilayah perbatasan. Pun dengan China, yang juga mengerahkan sejumlah kendaraan berat militer dan sejumlah artileri perangnya. Tak cuma itu, sebuah foto citra satelit juga menangkap gambar empat jet tempur Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), sudah berada dekat dengan wilayah perbatasan.

Tak segan, Singh menyebut bahwa kebijakan negara India berusaha untuk menjaga hubungan baik dengan seluruh negara tetangganya. Oleh sebab itu, Sing menyebut India takkan pernah melanggar integritas teritorial negara lain.

Baca Juga:  Siapkan Rudal Buat Israel, Hezbollah: Balas Dendam Akan Datang Tidak Peduli Berapa Lama

Akan tetapi, Singh secara tegas menyebut bahwa India takkan membiarkan negara mana pun melakukan pelanggaran terhadap kedaulatannya.

“Kebijakan kami sangat jelas. Kami tidak akan melukai harga diri (negara) tetangga kami. Tetapi saya meyakinkan negara bahwa, pemerintah tidak akan membiarkan siapa pun melukai harga diri India,” Ucap Singh dalam wawancara dengan News 18.

Di sisi lain, Singh sepertinya masih yakin bahwa konflik antara India dan China di perbatasan masih bisa diselesaikan. Singh mengacu pada pengalaman konflik serupa yang terjadi di Doklam. Pada 2017, India dan China juga pernah bertikai dan mengalami kebuntuan selama 73 hari.

Baca Juga:  Efek Corona, PSK Ramai-Ramai Demo Desak Buka Rumah Bordil

“Ketegangan semacam ini (pernah) meningat di masa lalu juga, dan solusi ditemukan,” kata Singh.

Times of India melaporkan, baik Beijing dan New Delhi sudah melakukan perundingan delapan putaran untuk mengurangi ketegangan. Akan tetapi hinga saat ini, baik India dan China masih terus mempertahakan sikap agresif di wilayah yang disengketakan.

Sumber: viva.co.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.