WHO: Jakarta Satu-satunya Daerah di Jawa Yang Penuhi Standar Minimum Tes Corona

  • Whatsapp
Salah Satu Perawatnya Positif Corona, Dua Puskesmas di Garut Ditutup
Provinsi DKI Jakarta memiliki pengujian Covid-19 di atas standar minimum satu per seribu orang, WHO,(Foto: merdeka.com)

IDTODAY.CO – Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyebutkan hanya DKI Jakarta yang mampu melaksanakan tes dan deteksi cofid19 sesuai standar.

Melalui laporan terkait situasi covid 19 di Indonesia yang dipublikasikan pada hari Rabu lalu, WHO menyatakan DKI Jakarta menjadi satu-satunya wilayah di pulau Jawa yang mampu melaksanakan tes minimum satu per seribu orang. Bahkan mereka mampu melakukan tes hingga 2 per seribu penduduk pada pekan ketiga bulan Juli lalu.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Update Corona Di Indonesia 1 Juli: 57.770 Positif, 25.595 Sembuh, 2.934 Meninggal

Adapun angka rasio positif Corona di DKI Jakarta hingga minggu ketiga bulan Juni hanya sedikit melampaui batas 5% yang sudah ditetapkan oleh WHO.

“Persentase sampel positif hanya dapat ditafsirkan dengan pengawasan dan pengujian kasus yang dicuriga sesuai urutan 1 per 1.000 penduduk per minggu,” isi laporan WHO, sebagaimana dikutip dari Katadata.co.id (3/7).

WHO menyatakan, tingginya angka penularan di Indonesia disebabkan tetap tingginya mobilitas warga antar kabupaten dan provinsi. Bahkan, angka infeksi covid 19 sempat menembus di atas 1000 orang per hari mulai 9 Juni lalu.

Baca Juga:  Indonesia Negara Tertinggi Covid-19 Di Asia Tenggara Karena Pemerintah Tidak Fokus, Ujungnya Rakyat Jadi Korban

“Tingkat relaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) juga berbeda-beda di setiap provinsi,” lanjut laporan tersebut.

Sedangkan pada hari Senin (29/6) capaian uji spesimen di DKI Jakarta tembus 21.406 per sejuta penduduk. Capaian tersebut melampaui kemampuan Jatim yang hanya bisa menggelar uji 1.428 sampel per sejuta populasi.

Yurianto saat konferensi pers di Gedung BNPB menyatakan, “Perlu upaya pemeriksaan laboratorium berbasis polymerase chain reaction (PCR) lebih masif,” katanya beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga:  Terkait Virus Corona, UAS Hentikan Jadwal Kegiatan Dakwahnya

Sebagai perbandingan, lima provinsi lain di Jawa hanya memiliki rasio tes di bawah 0,5 per 1.000 penduduk tiap pekannya. Di Jawa Timur, meski positivity rate berkisar antara 25% hingga 35% selama Juni, namun angka tersebut didapatkan dari jumlah tes yang rendah.[katadata/brz/nu]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.