Angka Positif Covid-19 DKI Jakarta Melonjak Tajam, Anies: Harus Disyukuri

Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai hadiri rapat paripurna di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2020). (Foto: Tribunnews.com/Danang Triatmojo)

IDTODAY.CO – Kasus Covid-19 yang terus melonjak di Jakarta. Bahkan, hari ini kasus positif Covid-19 mencapai angka 584 orang.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan bahwa dirinya mensyukuri dengan semakin banyaknya ditemukan kasus covid-19 di DKI Jakarta setiap harinya. Pasalnya, semakin cepat mereka ditemukan semakin cepat pula proses isolasi ini mencegah semakin banyak nya penularan covid 19.

Bacaan Lainnya

Pernyataan tersebut disampaikan Anies Baswedan dalam acara sosialisasi secara virtual tentang pelaksanaan salat Iduladha dan ibadah kurban tahun 1441 H/ 2020 pada masa pandemi Covid-19, Rabu (29/7/2020).

“Jadi saya berharap kepada semuanya nanti ikut membantu menjelaskan bahwa angka positif yang ditemukan di Jakarta itu harus disyukuri. Kalau mereka tidak ketemu, maka mereka menularkan ke orang lain,” ujar Anies sebagaimana dikutip dari beritasatu.com (30/7/2020)

Kemudian, Anies Baswedan menegaskan bahwastrategi Pemprov DKI Jakarta dalam upaya penanggulangan 19 ialah dengan mencari dan menemukan orang yang terpapar covid 19 dan kemudian melakukan isolasi untuk memutus mata rantai penyebaran.

Alhasil, Pemprov DKI terus melakukan peningkatan kapasitas testing dan sekarang sudah melewati standar yang ditetapkan WHO.

“Di Jakarta ini secara aturan, secara target, tes Covid-19 untuk satu Jakarta itu minimal dilakukan sebanyak 10.000 orang per minggu. Kami di Jakarta, satu pekan terakhir ini saja, 43.000 orang per minggu. Jadi minimalnya 10.000, tapi kami mengerjakannya 40.000 dan yang ditemukan positif ada 6,3 persen. Nah 6,3 persen inilah yang kalau tidak ketahuan itu mereka akan menularkan kepada lebih banyak lagi,” terang Anies.

secara tegas Anies Baswedan mengatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta bertujuan untuk menurunkan angka covid-19, bukan hanya angka positifnya saja. Karenanya dia mengejut testing vovid 19 di wilayahnya.

“Kalau di Jakarta justru meningkatkan kegiatan testing untuk menyelamatkan nyawa. Saya berkali-kali menegaskan kami bukan ingin menurunkan angka Covid-19, kami ingin menurunkan penyebaran Covid-19. Kalau menurunkan angka Covid-19 itu caranya mengurangi testing, langsung berkurang angka Covid-nya, tapi warganya bisa tidak selamat,” tandas dia.[beritasatu/brz/nu]

Pos terkait