Anies Kenang Sosok Sardjono Jhony Tjitrokusumo: Sukses Nakhodai Transjakarta di Tengah Pandemi

Sardjono Jhony Tjitrokusumo
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) Sardjono Jhony Tjitrokusumo. (ANTARA/HO-Humas TransJakarta)

IDTODAY.CO – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, sosok almarhum Sardjono Jhony Tjitrokusumo sukses menakhodai PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) dalam melewati tantangan selama pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Anies ketika mengenang sosok Jhony selaku Direktur Utama (Dirut) Transjakarta yang meninggal dunia, pada Minggu (3/10/2021) sekitar pukul 09.51 WIB karena sakit.

“Hari dukacita. Siang ini Pak Jhony, nama lengkapnya Sardjono Jhony Tjitrokusumo, wafat. Almarhum adalah Dirut PT. Transportasi Jakarta,” kata Anies, dikutip dari akun Instagram pribadinya, Minggu.

Baca Juga:  Pahami Theosentrik, Anies Baswedan Balas Cemoohan Dengan Kasih Sayang

Menurut Anies, masa bekerja Jhony di PT Transjakarta memang terbilang singkat. Jhony baru ditunjuk sebagai direktur utama pada Mei 2020 lalu.

Namun, Jhony dinilai Anies berhasil membawa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta itu untuk bertahan dan tetap maju pada masa pandemi Covid-19.

“Masa pengabdiannya di Transjakarta mungkin singkat, tapi Almarhum sukses menakhodai Transjakarta melewati masa-masa menantang setahun terakhir ini,” ungkap Anies.

Anies mengatakan, kesuksesan Jhony memegang kendali Transjakarta dipengaruhi oleh kepribadian almarhum yang optimistis dan selalu berpandangan positif.

Baca Juga:  Kapolda Pengganti Irjen Nana Sudjana Temui Anies Baswedan di Balai Kota, Ini yang Dibahas

Di samping itu, Jhony juga dianggap sebagai sosok yang memiliki ide-ide cemerlang dan mudah bergaul selama bertugas.

“Cerdas dan cepat muncul dengan ide-ide baru. Sangat supel bergaul, teman almarhum ada di mana-mana,” kata Anies.

Jhony mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 09.51 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Senen, Jakarta Pusat.

Pejabat Sementara Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan, Jhony meninggal karena sakit dan sudah beberapa waktu belakangan menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Baca Juga:  Kawal Langsung, Anies Posting Bagi Sembako, Kardusnya Bertulisan 'Dibiayai APBD DKI'

“Beberapa hari belakangan, bapak sudah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Namun, mungkin Allah berhendak lain,” kata Welfizon, Minggu.

Welfizon pun memastikan Jhony meninggal bukan karena terpapar Covid-19, melainkan akibat sakit yang dideritanya.

Jenazah Jhony akan dimakamkan oleh pihak keluarga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rangon, Jakarta Timur.

Sumber: kompas.com