Akibat Covid-19, Jokowi: Daya Beli Masyarakat Menurun

Tak Memihak Rakyat, Prodem Sebut Pemerintahan Jokowi Sontoloyo
Presiden Joko Widodo tiba untuk memimpin rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/1/2019). Ratas itu membahas RUU tentang Minyak dan Gas Bumi. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

IDTODAY.CO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan penurunan permintaan bahan pokok menjadi indikasi turunnya daya beli masyarakat selama pandemi Covid-19.

 Jokowi menyampaikan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pada April, terkait bahan pangan yang mengalami deflasi 0,13 persen.

Bacaan Lainnya

“Ini ada indikasi penurunan permintaan bahan-bahan pangan dan artinya daya beli masyarakat menurun,” kata Jokowi dalam pengantar rapat terbatas (ratas) secara virtual seperti dikutip dari Youtube Sekretariat Kabinet, Rabu (13/5/2020).

Jokowi menegaskan bahwa pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk meningkatkan daya beli masyarakat berupa bantuan sosial tunai untuk untuk 9 juta keluarga, BLT desa dari dana desa kepada 11 juta keluarga, kartu sembako, Program Keluarga Harapan (PKH) dan program padat karya tunai.

“Kita harap ini akan meningkatkan daya beli masyarakat,” urai orang nomor satu di Indonesia itu.

Mantan wali kota Solo itu juga meminta para menterinya terus memonitor setiap hari dan minggu terkait peringatan dari FAO mengenai adanya ancaman krisis pangan karena pandemi Covid-19.

“Ini sudah yang ketiga kita berbicara bahan pokok, karena urusan stok ketersediaan dan harga, stabilitas harga ini penting,”tegas Jokowi.

Pos terkait