Anak Buah Megawati Gak Setuju Kebijakan Jokowi, Wajar #IndonesiaTerserah Subur

Anak Buah Megawati Gak Setuju Kebijakan Jokowi, Wajar #IndonesiaTerserah Subur
Muhammad Nabil Haroen,(Foto: rmol.id)

Politisi PDIP Muhammad Nabil Haroen menilai kemunculan tagar #IndonesiaTerserah adalah sebuah respon publik atas kebijakan Presiden Jokowi.

Hal itu terkait dengan keputusan pemerintah membuka moda transportasi di tengah wabah corona atau Covid-19.

Juga menyiratkan menyiratkan keputusasaan masyarakat dan juga tenaga medis dalam upaya percepatan penanganan pandemik Covid-19.

Tagar itu sendiri sempat disuarakan publik melalui sejumlah platform media sosial sejak beberapa hari terakhir.

Baca Juga:  Jokowi Minta Harga PCR Rp300 Ribu, Ridwan Kamil: Kalau Bisa Lebih Murah Lagi

Keputusasaan itu, kata Nabil Haroen, muncul lantaran pemerintah membuat sejumlah kebijakan atau pengumuman yang membingungkan rakyat.

Semestinya, kemunculan tagar itu menjadi bahan introspeksi.

Baik pemerintah maupun masyarakat di tengah ancaman meluasnya penyebaran wabah virus mematikan asal Wuhan, China tersebut.

“Munculnya tagar #IndonesiaTerserah merupakan suara publik yang harus didengarkan pemerintah,” ujarnya kepada RMOL, Kamis (21/5/2020).

Menurutnya, tagar ini muncul setelah publik dikejutkan dengan kerumunan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan keluar daerah di Bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Target Jangka Panjang, Jokowi Siapkan Proyek Tol 18X Panjang Pulau Jawa

Ia menekankan, bahwa fakta ini harus diikuti dengan investigasi yang komprehensif.

Apakah merupakan kelalaian dari pihak regulator bandara, maskapai penerbangan, atau justru dari kebijakan pemerintah.

“Jadi, harus diletakkan pada konteks yang tepat,” kata anggota Komisi IX DPR RI itu.

Ketua umum Pimpinan Pusat (PP) Pagar Nusa Nahdlatul Ulama ini mengaku kurang sepakat dengan adanya kebijakan membuka seluruh transportasi publik.

Baca Juga:  Kecewa Pencopotan Karyawan Pelni, Saleh Daulay: Seolah Ada Kesalahan Besar Saat Mau Buat Pengajian Di Masjid

Pasalnya, hal itu menjadi magnet bagi masyarakat yang jengah saat melakukan PSBB selama kurang lebih dua bulan.

“Saya sendiri melihat memang ada yang keliru dan harus segera dibenahi dalam konteks itu,” tutup anak buah Megawati Soekarnoputri ini.

Sumber: Pojoksatu.id