Deklarator KAMI: Mengapa Mereka Tidak Mau Menanggapi Isi Tapi Berkelit Menyerang Pribadi ?

KAMI
Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (20/8/2020). Hadir sejumlah tokoh seperti Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, dan Said Didu.(Foto: Istimewa)

IDTODAY.CO – Din Syamsuddin selaku salah satu Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI)  mengaku heran dengan banyaknya serangan terhadap pribadinya dan teman-temannya sesama deklarator. Padahal menurutnya, KAMI hadir dengan memberikan koreksi atas hal-hal yang dianggap sudah melenceng.

“KAMI mengajukan pikiran-pikiran kritis dan korektif terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara yang menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945,” kata Din dalam keterangan tertulisnya, sebagaimana dikutip dari Detik.com, Kamis (27/8/2020).

Bacaan Lainnya

“Mengapa mereka tidak mau menanggapi isi tapi berkelit menyerang pribadi, dan mengalihkan opini?” heran Din.

Mantan ketua umum PP Muhammadiyah tersebut memang tidak menjelaskan secara rinci terkait orang-orang yang termaksud. Namun demikian dia mengajukan beberapa pertanyaan yang menjadi kegelisahannya.

“Seyogianya mereka menjawab, satu, tidak benarkah bahwa ada oligarki politik yakni bahwa tidak ada demokrasi sejati dalam partai politik karena keputusan partai ditentukan oleh segelintir, bahkan satu orang? Akibatnya, DPR dikendalikan oleh oligarki itu sehingga aspirasi rakyat terabaikan? Dua, tidak benarkah bahwa ada budaya politik dinasti, yakni menyiapkan anak-cucu menjadi penguasa dengan menghalangi orang-orang lain yang sebenarnya lebih berkualitas, dan akibatnya demokrasi Indonesia tercederai?” urai Din.

Din menegaskan,  tak bakal menanggapi buzzer atau pendengung pemerintah di media sosial. Bahkan, sampai saat ini KAMI terus menunggu respons substantif atas pertanyaan tersebut.

“Terhadap reaksi yang tidak substantif, baik dari para elite apalagi buzzer bayaran, KAMI tidak mau melayani karena hal demikian tidak mencerminkan kecerdasan kehidupan bangsa seperti amanat konstitusi,” ucap Din.

Din Syamsuddin memang mendapatkan serangan bertubi-tubi dari orang-orang yang tidak senang terhadap deklarasi KAMI. Dia bahkan dituntut mundur dari Wali Amanat Institut Teknologi Bandung (ITB).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Majelis Wali Amanat Institut Teknologi Bandung (ITB) Yani Panigoro menegaskan Din Syamsuddin telah menarik diri dari anggota MWA.

“Dari MWA sudah mengundurkan diri dan sudah left,” ujar Yani lewat pesan singkat kepada detikcom, Kamis (27/8).[detik/brz/nu]

Pos terkait