Din Syamsuddin: Perppu Corona Patut Dicurigai Sebagai Kediktatoran yang Bersembunyi Di Balik Konstitusi

  • Whatsapp
Disebut Akan Mengundurkan Diri Oleh Majelis Wali Amanat ITB, Din Syamsuddin: Saya Tidak Ada Waktu Untuk Menanggapi
Din Syamsyudiin.(Foto: RMOL)

IDTODAY.CO – Penetapan Perppu 1/2020 atau yang akrab disebut Perppu Corona sebagai Undang-Undang terus mendapat kritik dari berbagai kalangan.

Diantaranya adalah Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin. Menurutnya, perppu ini telah menggambarkan negara diktator yang dibalut dalam konstitusi.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Kemendikbud Evaluasi Program Penggerak, LP Ma'arif NU Singgung 2 Kontradiksi

Din Syamsudin selaku Ketua Tim Pengarah Koalisi Masyarakat Penegak Kedaulatan (KMPK) yang menggugat perppu tersebut mengatakan, ada penegasian dalam Perppu 1/2020 tersebut dimana peran DPR dan BPK sebagai kontrol yang kemudian ingin ditarik ke tangan presiden.

“Dalam sebuah pasal, kalau tidak salah pasal 27, tentang pejabat-pejabat tertentu dalam bidang keuangan, kemudian dinyatakan tidak boleh digugat khususnya secara perdata,” kata Din dalam video wawancaranya dengan Refly Harun di channel youtube Refly Harun, sebagaimana dikutip dari Rmol.id (13/5).

Baca Juga:  PKB Nilai IPW Tak Layak Bicara Soal Reshuffle: Perkeruh Keadaan!

“Saya pribadi menyimpulkan, bahwa dengan perppu ini patut diduga, ini adalah penguatan pembentukan konstitusional diktatorship, kediktatoran yang bersembunyi dibalik konstitusi,” tegasnya

Din menegaskan perppu Corona hanya merecoki kinerja pemerintah yang seharusnya fokus 100% untuk penanganan Corona beralih pada penanganan sektor lain seperti ekonomi yang bisa dimaksimalkan dikesempatan lainnya.

Din menegaskan bahwa perpu tersebut sangat berbahaya. karenanya, dia dan kolega memutuskan untuk melakukan gugatan ke mahkamah konstitusi.

Baca Juga:  Menko Polhukam Usul Kerja Sama Dengan Belanda Dihidupkan Lagi

“Betapa pemerintah tidak serius, tidak sungguh-sungguh, bahkan ada nada meremehkan, sombong dan angkuh, menurut agama berbahaya, seharusnya musibah seperti saat ini harus disikapi dengan khusnuzon dengan sang pencipta,” tegas Din.[Brz]

Pos terkait

Tulis Komentar Anda di Sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.