Erick Thohir Diduga Bisnis PCR, Arya Sinulingga: Ini Jahat Sekali

Erick Thohir Diduga Bisnis PCR, Arya Sinulingga: Ini Jahat Sekali
Staf Khusus Menteri BUMN Arya SInulingga. (Media Indonesia)

IDTODAY.CO – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir diduga terlibat dalam bisnis harga tes polymerase chain reaction atau PCR.

Merespon hal itu, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga membantah bahwa Erick Thohir terlibat dalam bisnis tes PCR.

Mantan juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma`ruf Amin itu bahkan menyebut bahwa tudingan tersebut sangatlah jahat.

“Ini yang saya bilang ini jahat ya, ini jahat sekali sebenarnya yang dilakukan,” kata Arya di Youtube tvOneNews, seperti dikutip pada Rabu (3/11/2021).

Baca Juga:  Jokowi Umumkan RI Naik Kelas Dari Lower Middle Income Country Menjadi Upper Middle Income Country

Terkait keterlibatan Erick Thohir dalam bisnis tes PCR melalui PT GSI, kata dia, hanya melakukan sebanyak 700 ribu tes PCR atau sekitar 2,5 persen dari 28,4 juta tes PCR secara keseluruhan.

Kata Arya, jika memang Erick Thohir terlibat dalam bisnis tes PCR keuntungan yang diambil harusnya lebih dari 2,5 persen atau paling tidak 25 persen.

“Ini artinya kalau dikatakan bisnis ada permainan harusnya 25 persen gitu loh, 40 persen menguasai, ini enggak, hanya 2,5 persen saja, 97,5 persennya dimana?” ujarnya.

Baca Juga:  Relawan Siaga yang Didirikan Sandiaga CS Bagi-Bagi Beras ke Masyarakat Terdampak Corona

Arya pun menegaskan bahwa Erick Thohir sangat tidak mungkin terlibat dalam bisnis PCR itu. Pasalnya, saham yang dimiliki Erick Thohir sangatlah kecil.

“Ini terlalu kecil gitu loh, kalau ini permainan ini kecil sekali, gak mungkin, untuk apa pak Erick Thohir bermain-main seperti itu, hanya 6 persen loh,” pungkasnya.

Sebelumnya, eks Direktur YLBHI Agustinus Edy Kristianto menyebut ada nama Menteri BUMN Erick Thohir dalam bisnis tersebut.

Baca Juga:  Din Syamsuddin: Mafia Di Sekeliling Jokowi Semakin Merajalela

Edy mengaitkan Erick dengan Yayasan Adaro Bangun Negeri yang berkaitan dengan PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Perusahaan itu dipimpin oleh saudara Erick, Boy Thohir.

Sumber: lawjustice