Fahri Hamzah Minta Jokowi Tiru Joe Biden Dalam Hal…

  • Whatsapp
Fahri Hamzah
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat menjadi narasumber utama dalam peluncuran bukunya yang berjudul ?Arah Baru Kebijakan Kesejahteraan Indonesia? di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/2019).(DOK. Humas MPR)

IDTODAY.CO – Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengatakan bahwa kepulangan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab sangat dinanti-nantikan oleh para pendukungnya di Indonesia.

Demikian juga, Fahri Hamzah meminta pemerintah untuk mengakhiri konflik masa lalu dengan segera melakukan rekonsiliasi, sebagaimana juga dicontohkan oleh presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden.

“Marilah kita pikirkan rekonsiliasi besar setelah konflik aliran yang melelahkan. Kita belajar dari Amerika Serikat gak usah malu, presiden terpilih @JoeBiden memakai Tagline #TimeToHeal ini waktu untuk mengobati luka hati yang twk jelas. Ayolah kita bisa bersatu. #WelcomeHomeHRS,” Fahri dalam postingannya di Twitter @Fahrihamzah, sebagaimana dikutip dari Pojoksatu.id (10/11).

“Ada seorang tokoh, diakui atau tidak, ia disambut kedatangannya. Perpisahannya mengharukan dan pertemuannya dinantikan,” kata Fahri.

Baca Juga:  Bersyukur Siti Fadilah Bebas, Din Syamsudin: Sesungguhnya Beliau Tidak Salah

Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu kemudian mempertanyakan mengapa pemerintah tidak ikut gembira atas kepulangan Habib Rizieq.

“Mengapa pemimpin negara tidak ikut pada perasaan sukacita bangsa? Apa yang menghalanginya mengucapkan selamat datang kembali ke tanah air?,” imbuh Fahri.

Lebih lanjut, Fahrimeminta pemerintah dan masyarakat untuk tidak mempertahankan kebencian masa lalu.

“Pemimpin negara harus dewasa. Kita tidak akan bisa terus menerus mempertahankan sisa-sisa dengki padahal kita sedang mencari alasan untuk bersatu,” urai Fahri.

“Pemimpin harus ada kerelaan untuk menelan malu akibat kecerobohan masa lalu,” pungkas Fahri Hamzah[pojoksatu/brz/nu]

Pos terkait

Tulis Komentar Anda di Sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.