FPI: TKA China Di Jadi Anak Emas, Anak Negeri Justru Jadi Anak Tiri

  • Whatsapp
FPI: TKA China Di Jadi Anak Emas, Anak Negeri Justru Jadi Anak Tiri
Ketum FPI, Ustadz Ahmad Sobri Lubis. (foto: istimewa)

IDTODAY.CO – Ketua Umum FPI Ustadz Shobri Lubis mengkritik keras keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) Cina di Indonesia.

Pasalnya, keberadaan mereka terlalu diistimewakan oleh para penguasa dan membuat anak negeri menjadi anak tiri di negeri sendiri.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Anggota Ombudsman: Biaya Rapid Test Selama Ini Gila-Gilaan, Kenyataannya Bisa Ditekan Rp150 Ribu

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respon pernyataan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang mengatakan, TKA Cina bakal terlibat dalam proyek persiapan industri litium baterai. Dia menegaskan bahwa para tenaga ini dibutuhkan untuk membangun industri di Indonesia.

“Memang industri ini memerlukan orang orang yang paham membangunnya. Tidak serta merta kita siap. Kita gak siap, kita harus jujur itu. Tapi sekarang ini kita kerjakan. Jadi Juni atau Juli siap kita kerjakan ini nanti tenaga asing yang mengerjakan, biarlah mengerjakan,” kata Luhut dalam wawancara dengan RRI, Jumat (15/5/2020).

Baca Juga:  Islah Dengan Habib Umar Assegaf, Asmadi Dapat Hadiah Umroh

“Ya memang teknologinya dari dia, teknologi maju ya gak bisa dong kita kerjakan semua, jadi harus ada dia,” beber Luhut waktu itu.

Atas dasar itulah, Ustadz Shobri menilai TKA China Mendapat perlakuan istimewa dari pemerintah. Beda nasib dengan anak negeri.

“Penguasa jadikan TKA Cina sebagai anak emas, pekerja pribumi dianggap anak tiri di negeri sendiri,” kata Shobri sebagaimana dikutip dari Suaranasional.com (18/5/2020).

Baca Juga:  Update Corona 30 April:Kasus Positif 10.118, Sembuh 1.522, Meninggal 792

Ustadz Shobri berpendapat, keberadaan TKA Cina membuat rakyat Indonesia kehilangan pekerjaan. Mirisnya, kedatangan mereka justru difasilitasi oleh pemerintah.

“TKA Cina justru diundang penguasa Indonesia,” tegasnya.[Brz]

Pos terkait

Tulis Komentar Anda di Sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.