Ketum Pepabri Kritik PPKN yang Ziarah di Kalibata Ada Teriakan Komando

Ketum Pepabri Kritik PPKN yang Ziarah di Kalibata Ada Teriakan Komando
Ketua Umum Pepabri Jenderal (Purn) Agum Gumelar (Screenshoot 20detik)

IDTODAY.CO – Ketua Umum Pepabri (Persatuan Purnawirawan TNI/Polri) Jenderal (Purn) Agum Gumelar mengkritik sekelompok orang yang menyebut dirinya Purnawirawan Pengawal Kedaulatan Negara (PPKN). Mereka dengan tanpa izin melakukan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Kamis (2/10/2020) sehingga memicu kericuhan.

“Saya marah, sedih, kesal sekali kok purnawirawan berperilaku seperti itu. Berziarah kok malah kejar-kejaran, deklarasi, dan teriak-teriak ‘komando’. Saya mantan Danjen Kopassus, teriakan Komando itu tidak boleh sembarangan,” kata Agum, Senin (5/10). Sebagaimana dikutip dari detik.com (05/10/2020).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, para purnawirawan seharusnya tetap menjadi teladan bagi para juniornya. Menghargai mereka yang tengah menjalankan tugas sesuai dengan fungsi dan tanggung jawabnya.  Menurut Agum, jika nilai-nilai sapta marga tetap dipegang, ia yakin insiden saat mereka melakukan tabur bunga itu tak perlu terjadi.

“Saya juga jenderal, mantan Dan Kopassus, mantan menteri tapi ya ikuti protokol karena kondisi sekarang sedang pandemi covid-19,” ujarnya.

Untuk diketahui, aktivitas PPKN antara lain diikuti oleh mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Dia sempat berdebat dengan Dandim Jakarta Selatan Kolonel Inf Ucu Yustia saat hendak masuk ke area TMP. Perdebatan terjadi lantaran Ucu mencoba mengingatkan peserta kegiatan mengenai protokol kesehatan yang melarang adanya kerumunan karena berpotensi terjadi penularan Covid-19.

Selain itu, Agun juga mengingatkan agar para pensiunan TNI/Polri untuk melupakan perbedaan politik saat pemilu presiden 2019. Menurut Agum, setelah salah satu calon presiden terpilih menjadi pemenang dan dilantik untuk memimpin pemerintahan, seyogyanya semua pihak kembali bersatu padu.

“Walaupun sudah purna tugas tapi tetap punya pengabdian dengan tetap berpegang pada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Para purnawirawan harus menjadi garda terdepan dalam merajut kembali persatuan dan kesatuan di masyarakat,” kata mantan Gubernur Lemhanas di awal reformasi itu

Para purnawirawan juga harus ikut aktif mengawal perjuangan dan tujuan nasional. Hanya saja hal itu tidak harus dipahami dengan berada di dalam lingkar kekuasaan. Bersikap kritis dan beroposisi terhadap pemerintah juga merupakan bagian dari sikap mengawal agar tidak terjebak menjadi otoriter.

“Tapi semua dilakukan dengan proporsional dan elegan, bukan asal beda dengan pemerintah. Jangan dilandasi oleh kebencian karena itu bukan sikap purnawirawan saptamargais,” tegas Agum Gumelar.[detik/aks/nu]

Pos terkait